Terima Laporan Warga Kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Aman
Rabu, 08 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui telah menerima laporan dari masyarakat terkait kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di Banyuwangi dan Bojonegoro. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia memastikan bahwa kondisi yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala dalam proses distribusi.
"Perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi yang menyebabkan keterlambatan di beberapa titik," ujar Khofifah dalam keterangannya
Laporan awal terkait kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram di Banyuwangi. Berdasarkan laporan yang diterima, kondisi ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi LPG 3 kilogram, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro, serta tingginya permintaan hingga ke tingkat pengecer.
Merespons laporan tersebut, langkah cepat segera dilakukan melalui penyaluran extra dropping. Secara keseluruhan, total extra dropping LPG 3 kg di Kabupaten Banyuwangi selama periode Maret 2026 mencapai 103.600 tabung atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler.
“Bahkan jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal,” tandas Khofifah.
Selain Banyuwangi, Gubernur Khofifah juga menerima laporan terkait isu kelangkaan LPG di Kabupaten Bojonegoro. Menanggapi hal ini, ia menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk agen LPG PSO Kabupaten Bojonegoro, pemerintah kabupaten, serta aparat kepolisian setempat untuk memastikan kondisi stok di lapangan.
“Dalam koordinasi tersebut, kami meminta agen untuk memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang stoknya menipis. Selain itu telah dilakukan penambahan suplai dengan alokasi fluktuatif ,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, memang ditemukan antrean di sejumlah pangkalan saat truk distribusi tiba. Namun, kondisi ini bersifat sementara dan terjadi akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat, bukan karena kekosongan pasokan.
Di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi sektor energi, Gubernur Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying serta menggunakan LPG secara bijak. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi potensi praktik spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah bersama Pertamina terus melakukan komunikasi publik guna meluruskan informasi yang berkembang, sekaligus mengedukasi masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi demi menjaga stabilitas distribusi.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir


































.md.jpg)






