Progres Baru 36 Persen, PSN Bendungan Karangnongko Berpotensi Molor
Rabu, 08 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Karangnongko terancam mengalami keterlambatan penyelesaian. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah disebut ikut memengaruhi jalannya pembangunan, sehingga target rampung proyek berpotensi mundur hingga tahun 2030. Sampai awal April 2026, persoalan utama masih berkutat pada pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas.
Kepala Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kasmani, menjelaskan bahwa status penetapan lokasi (penlok) kini sudah berakhir masa berlakunya. Sementara itu, kejelasan terkait perpanjangan belum juga diterima dari pihak berwenang.
“Perpanjangan penlok itu hanya setahun sekali dan sekarang sudah habis. Tinggal beberapa bulan, tapi sampai April ini belum ada informasi lagi,” ujarnya.
Upaya komunikasi sebenarnya telah dilakukan pemerintah desa dengan mengirimkan surat kepada bupati pada 19 Februari lalu. Isi surat tersebut mencakup sejumlah hal krusial, seperti kepastian relokasi warga terdampak, pendataan lahan yang belum teridentifikasi, penerbitan sertifikat sisa tanah, hingga proses pelepasan tanah kas desa (TKD). Namun, hingga saat ini belum ada jawaban resmi yang diterima.
Situasi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, Kasmani menyinggung kemungkinan terburuk apabila proyek tidak berlanjut.
“Kalau memang gagal, ya sertifikat-sertifikat ini harus segera dikembalikan,” tegasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Kepala Desa Ngelo, Tri Maryono. Ia mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan di wilayahnya masih menyisakan sejumlah persoalan, khususnya terkait tanah kas desa, fasilitas umum (fasum), serta fasilitas sosial (fasos). Selain itu, progres pembangunan fisik dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
“Paket satu sempat berhenti, paket dua masih jalan tapi tidak ramai. Secara fisik belum maksimal,” jelasnya.
Tri Maryono juga menilai kebijakan efisiensi anggaran turut memperlambat pelaksanaan proyek. Awalnya, pembangunan bendungan ditargetkan selesai pada Desember 2026, kemudian mundur ke 2028, dan kini berpotensi molor. “Dengan kondisi sekarang, belum tentu selesai sesuai target,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Retno Wulandari, menyebutkan bahwa capaian pembebasan lahan sebenarnya sudah cukup tinggi. Dari total 666 bidang, sebanyak 622 bidang atau lebih dari 90 persen telah berhasil diselesaikan.
“Untuk progres fisik sendiri, per Januari lalu baru mencapai sekitar 36,75 persen,” terang Retno.
Sebagai tambahan, Bendungan Karangnongko merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur dan Kabupaten Blora di Jawa Tengah. Bendungan ini nantinya diharapkan mampu mengairi sekitar 6.950 hektare lahan pertanian serta menyediakan pasokan air baku sebesar 1,15 meter kubik per detik.(red/Toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir

































.md.jpg)






