Pemprov Jatim Siapkan Langkah Antisipasi Ancaman Kekeringan Ekstrem
Kamis, 09 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi mulai terjadi pada April 2026. Langkah antisipasi ini menjadi krusial mengingat adanya potensi fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan ekstrem serta kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Jawa Timur.
"Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung antara Juli hingga September 2026 dengan durasi mencapai 220 hingga 240 hari di sejumlah zona musim," kata Khofifah, Rabu (08/04/2026).
Khofifah menjelaskan bahwa tekanan kekeringan pada tahun ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Periode kritis diperkirakan akan meluas hingga mencakup 72,5 persen wilayah pada saat mencapai puncaknya. Kondisi tersebut memberikan dampak langsung pada sektor pertanian, terutama lahan sawah yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Tercatat sekitar 76,7 persen atau setara 921 ribu hektare lahan sawah berpotensi terdampak kekeringan pada puncak kemarau, yang menjadi tantangan serius bagi produktivitas pangan di Jawa Timur.
"Bupati/ walikota bisa segera melakukan plan of action, proaktif memetakan wilayahnya tanpa menunggu bencana terjadi," kata Khofifah.
Khofifah menekankan pentingnya distribusi air bersih yang tepat sasaran serta penguatan pemantauan titik api guna mencegah terulangnya kebakaran hutan parah seperti yang pernah melanda kawasan Gunung Bromo, Gunung Lawu, dan Gunung Arjuno pada tahun 2024. Penanganan karhutla tahun ini akan mengedepankan sistem peringatan dini, respon cepat melalui operasi darat maupun udara, serta penegakan hukum yang tegas bagi pelanggar.
Selain fokus pada kebakaran lahan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat manajemen sumber daya air melalui optimalisasi waduk, embung, dan pembangunan sumur bor strategis. Fasilitasi pompanisasi turut disiapkan untuk mendukung para petani agar target luas tambah tanam padi sebesar 2,42 juta hektare tetap tercapai. Khofifah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan meminimalisir dampak ekonomi akibat bencana kekeringan di Jawa Timur.(red/toh)































.md.jpg)






