Desa Dengok Akan Jadi Sentra Jambu Madu Hijau
Minggu, 04 Juni 2017 20:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Warga Desa Dengok Kecamatan Padangan saat ini mulai menanam jambu madu hijau, seluas lahan 2 Ha yang dimiliki oleh Supriyanto kini ditanami 150 pohon yang nantinya bisa menjadi sebuah obyek wisata perkebunan di bagian barat Bojonegoro.
Supriyanto mengatakan, jambu madu hijau merupakan buah tropika yang mudah ditemukan kapan saja, baik saat musim hujan ataupun kemarau. Salah satu varietas baru jambu air yang banyak dikembangkan saat ini adalah jambu air madu hijau.
"Sesuai namanya jambu ini merupakan buah yang sedang populer, jambu ini merupakan produk buah unggul yang kini telah merambah ke wilayah lain di Indonesia," ungkap lelaki yang juga menjabat kepala desa Dengok ini.
Nantinya jambu ini akan menjadi sebuah obyek wisata dan menjadi ikon Desa Dengok. "Setiap warga desa dengok nanti akan menanan pohon jambu madu hijau disetiap lahan rumahnya," ucapnya
Jambu madu hijau berbeda dengan buah jambu air pada umumnya, jambu madu deli memiliki ukuran yang sangat besar. Kelebihan jambu air ini yaitu memiliki rasa yang sangat manis 'semanis madu' sehingga tidak heran kalau jambu ini mendapat julukan sebagai jambu madu.
Supriyanto menambahkan jambu air Madu Hijau adalah salah satu jambu yang prospek pengembangannya menjanjikan. Keunikannya dikenal sebagai tanaman jambu air yang mampu berbuah di usia satu tahun. Dan juga dikenal sebagai tanaman genjah, atau tanaman yang cepat berbuah.
“Dalam satu tahun, satu pohon bisa dipanen empat kali. Kalau punya ratusan pohon, perawatannya diatur, bisa tiap bulan dipanen? Tidak mengenal musim, tapi bisa mendatangkan keuntungan tiap bulan,” ujar Supriyanto
Sehingga nantinya masyarakat desa dengok bisa terbantu dan menambah kesejahteraan warga Desa Dengok. (mol/moha)












































.md.jpg)






