Pencemaran Lingkungan
Air Bengawan Solo Diduga Tercemar
Jumat, 02 Oktober 2015 21:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Beberapa waktu lalu sungai Bengawan Solo menjadi perhatian karena airnya berubah warna menjadi hijau dan berbau seperti obat. Diduga, air bengawan mengalami pencemaran.
Hal itu ditanggapi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro Elsadeba Agustina, selaku pihak yang bertanggung jawab atas dampak-dampak lingkungan hidup. Termasuk sungai Bengawan Solo.
"Kami sudah memeriksa lapangan dan mengambil sampel air bengawan yang diduga tercemar kemarin (29/09). Di wilayah Malo dan sekitarnya, " ujar Elsadeba kepada BBC, sapaan akrab BeritaBojonegoro.com.
Elsadeba menambahkan, sampel air telah dikirim ke Laboratorim Mojokerto. Bila hasilnya menyatakan air tercemar, maka Elsa akan berkoordinasi dengan UPT Pengelolaan Sumber Daya Air wilayah Sungai Bengawan Solo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas Pengairan dan PDAM.
Namun, menurut Elsadeba, hingga saat ini tidak ada aduan masyarakat tentang perubahan warna air ini. Menurut beberapa warga, setiap musim kemarau perubahan air selalu terjadi.
"Bisa saja perubahan hal ini disebabkan sampah nonorganik yang menumpuk. Sehingga kemungkinan mikroorganisme yang menyebabkan perubahan warna ini," jelasnya mencoba meyakinkan.
Untuk soal konsumsi air sungai, bisa dikatakan masih layak. Itu seperti yang dijelaskan Kepala PDAM Bojonegoro Dahlia, ketika dihubungi melalui sambungan seluler.
"Air bengawan sebagai bahan mentah memang tidak layak dikonsumsi. Namun setelah diproses oleh PDAM, air menjadi layak konsumsi," jelasnya. (ver/moha)
Foto, sumber: www.bangsaonline.com































.md.jpg)






