Kesehatan 49 Persen CJH Bojonegoro Berisiko Tinggi
Kamis, 06 Juli 2017 21:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Sebanyak 49 persen Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro mengalami risiko tinggi kesehatan. Hal itu diketahui saat dilakukan pemeriksaan dan vaksinasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro di Gedung Berdikari Jalan Panglima Polim, Kamis (06/07/2017).
Pemeriksaan dan vaksinasi kesehatan ini sendiri merupakan syarat wajib yang harus dilakukan agar para CJH yang berisiko tersebut dapat pendampingan dan ditentukan apakah bisa melanjutkan perjalanan atau tidak.
Menurut Kepala bidang P2PL Dinas kesehatan Bojonegoro Totok Ismanto, CJH yang berisiko sekitar 49 persen itu adalah mereka yang memang memiliki penyakit bawaan ataupun yang sudah berusia lanjut.
“Memang mereka yang berisiko ini tidak langsung dinyatakan tidak boleh bepergian/ mereka harus kita periksa agar dilakukan tindakan untuk mengurangi risiko, sehingga CJHdapat berangkat menunaikan ibadah,” ungkap Totok.
Imunisasi merupakan tahap paling penting dalam pemeriksaan kesehatan CJH ini. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi telah memberikan peringatan pada jamaah haji seluruh dunia bahwa negara mereka merupakan negara endemik meningitis.
CJH yang mengalami resiko tinggi dikategorikan menjadi tiga kategori berdasarkan dari hasil pemeriksaan yakni kategori pertama adalah perlu pendampingan, mereka yang memerlukan alat bantu berkegiatan seperti kruk, alat bantu nafas, alat pendengaran dan lain-lain.
Sedangkan yang kedua, CJH dengan kategori sehat sementara di mana CJH ini memiliki penyakit yang selama masa tunggu dapat diberikan perawatan hingga stabil atau sembuh.
Sementara ketiga adalah CJH yang perlu pendampingan petugas seperti CJH yang menggunakan kursi roda dan alat bantu berjalan. (mol/moha)












































.md.jpg)






