Peristiwa Gantung Diri
Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Kedungadem Nekat Gantung Diri
Minggu, 09 Juli 2017 20:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Kedungadem - Diduga karena depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh, seorang kakek di Kecamatan Kedungadem, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri, pada Minggu (09/07/2017). Korban pertama kali ditemukan tewas oleh seorang bocah yang masih tetangganya, sekira pukul 04.30 WIB pagi tadi, tergantung di pohon mangga yang terletak di depan rumah korban.
Korban bernama Sarpan (80), warga Dusun Krajan RT 004 RW 001 Desa Tumbrasanom Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan saksi Keswati (56), tetangga korban, bahwa pada hari Minggu (09/07/2017) sekira pukul 04.30 WIB, anaknya yang bernama Windi Bramasta (11), akan pergi ke sungai dan berjalan melewati depan rumah korban. Saat itu anaknya melihat korban dalam keadaan tergantung di pohon mangga yang berada di depan rumah korban. Melihat kejadian tersebut, kemudian Windi Bramasta lari ketakutan dan memberitahu dirinya.
“Setelah diberitahu anak saya, saya langsung memberitahu anak korban, yang bernama Suparmi,” terang Keswati kepada petugas yang melakukan olah TKP.
Selanjutnya peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada kepala desa setempat lalu di teruskan ke Polsek Kedungadem.
Sementara, menurut keterangan Kapolsek Kedungadem, AKP Subakir, bahwa setelah pihaknya mendapati laporan, anggota bersama dokter dari Puskesmas Kedungadem, segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.
Berdasarkan keterangan anak korban, Suparmi (56), selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini, korban mempunyai riwayat sakit strok dan hernia. “Diduga korban mengalami depresi karena sakitnya tak kunjung sebuh sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” terang Kapolsek.
Sedangkan berdasarkan pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Kedungadem, tidak di ketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. “Korban dinyatakan meninggal murni akibat gantung diri,” imbuh Kapolsek.
Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah serta takdir dari Allah SWY. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan. (inc/imm)












































.md.jpg)






