Ini Rincian Realisasi Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2016, Dalam LKPJ Pemkab Bojonegoro
Selasa, 11 Juli 2017 13:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Dalam Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) yang disampaikan oleh Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono pada Senin (10/07/2017) di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, realsiasi pendapatan APBD tahun 2016 mencapai 89,67 %. Selanjutnya realisasi pendapatan tersebut juga disampaikan dalam rapat paripurna, yang terdiri dari berbagai sumber.
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Secara umum Pendapatan Asli Daerah Tahun 2016 terealisasi sebesar 101,68 % dari target sebesar Rp 334,791 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 340,407 miliar lebih. Apabila dihadapkan pada ratio capaian PAD Tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar Rp 2,7 miliar lebih atau 0,8 %.
Adapun perincian sisi PAD terdiri dari :
Pajak Daerah : Dari target Rp 79,534 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 79,130 miliar lebih atau 99,49 %.
Retribusi Daerah : dari target sebesar Rp 46,907 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 47,942 miliar lebih atau 102,21 %.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan: Dari target sebesar Rp 18,811 miliar lebih terealisasi Rp 19,708 miliar lebih atau 104,77 %.
"Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, dari target sebesar 189,537 miliar rupiah lebih terealisai 193,626 miliar rupiah lebih atau 102,16 %," terang Wabup.
2. Pendapatan Transfer
Pendapatan Transfer ditujukan untuk mengurangi ketimpangan sumber pendanaan antara pusat dan daerah, mengurangi kesenjangan pendanaan urusan pemerintahan antar daerah, mengurangi kesenjangan layanan publik antar daerah, serta untuk mendanai pelaksanaan otonomi khusus dan keistimewaan daerah.
Transfer Pemerintah Pusat merupakan perwujudan dari desentralisasi fiskal serta merupakan penyeimbang besarnya beban urusan Pemerintah daerah.
Dari sisi capaian kinerja Realisasi Tahun 2016 sebesar 86,13 % dari target sebesar 2,315 Triliun Rupiah lebih terealisasi sebesar 1,994 Triliun Rupiah lebih , dengan rincian sebagai berikut :
Bagi Hasil Pajak dari target sebesar Rp 309 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 245 miliar lebih atau sebesar 79,51%.
Bagi Hasil Bukan Pajak / Sumber Daya Alam, dari target sebesar Rp 850 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 664 miliar lebih atau sebesar 78,09 %.
Dana Alokasi Umum (DAU) dari target sebesar Rp 949 miliar lebih terealisasi 100 %.
"Dana Alokasi Khusus (DAK) dari target sebesar Rp 206 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 135 miliar lebih atau sebesar 65,46 %," Imbuhnya.
Transfer Pemerintah Pusat lainnya:
Dari sisi capaian kinerja realisasi Tahun 2016 sebesar 99,44 % dari target sebesar Rp 519 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 516 miliar lebih, dengan rincian sebagai berikut :
Dana Otonomi Khusus, dari target sebesar Rp 480 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 477 miliar lebih atau sebesar 99,39%. Dana Penyesuaian, dari target sebesar Rp 38,996 miliar lebih terealisasi 100 %.
Transfer Pemerintah daerah lainnya merupakan pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Daerah Provinsi yang berasal dari Bagi Hasil Pajak. Dari sisi capaian kinerja realisasi Tahun 2016 sebesar 76,11 % dari target sebesar Rp 157 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 119 miliar lebih. Bantuan Keuangan, dari target sebesar Rp 23 miliar lebih terealisasi 100%.
3. Lain lain Pendapatan yang Sah
Lain lain Pendapatan yang sah merupakan pendapatan Hibah Tahun Anggaran 2016 yaitu sebesar Rp 10 miliar yang merupakan hibah bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Tahun 2016. (pin/imm)












































.md.jpg)






