Musibah Orang Tenggelam
Seorang Warga Soko, Dilaporkan Tenggelam di Bengawan Solo Wilayah Balen
Senin, 17 Juli 2017 18:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Balen - Seorang warga Desa Kendalrejo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban bernama Teguh (27), pada Senin (17/07/2017) sekira pukul 15.00 WIB sore tadi dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Sekaran Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, korban memancing dengan menyeberangi sungai Bengawan Solo, dari Desa Kendalrejo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban menuju Desa Sekaran Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, diantar oleh mertuanya dengan menggunakan perahu. Setelah usai memancing, korban bermaksud pulang dengan cara berenang, namun sayang setelah berenang sekitar 10 meter dari bibir sungai, diduga korban kehabisan tenaga sehingga tidak mampu berenang dan tenggelam.
Hingga berita ini ditulis, korban belum diketemukan. Karena cuaca yang tidak memungkinkan, rencananya Tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro dan BPBD Tuban, baru akan melakukan pencarian pada Selasa (18/07/2017) besok pagi.

Sebagaimana diterangkan Kapolsek Soko, AKP Yudi Irmawan, bahwa pihaknya telah mendapat laporan terkait peristiwa warga Desa Kendalrejo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, yang dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo. Sementara lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Balen.
Saat ini, lanjut AKP Yudi, dirinya bersama anggota dan petugas dari BPBD Tuban, sudah berada di lokasi kejadian.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Polsek Balen, termasuk dengan BPBD Bojonegoro dan BPBD Tuban,” terang AKP Yudi Irmawan, melalui sambungan telepon seluler pada Senin (17/07/2017) petang.
Adapun kronologi tenggelamnya korban, pada pukul 13.00 WIB siang tadi, korban berangkat dari rumah untuk mencari ikan dengan cara memancing, dengan menyeberang sungai Bengawan Solo. Saat berangkat, korban diantar oleh Karjan (65), mertua korban, dengan menggunakan perahu hingga ke seberang sungai Bengawan Solo, turut wilayah Desa Sekaran Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Kapolsek menambahkan, saat sebelum berangkat, istri korban yang bernama Eli Endrawati (19) sudah berpesan pada suaminya, agar suaminya jangan pulang dengan berenang menyeberangi Bengawan Solo, tapi diminta untuk menunggu hingga dijemput dengan menggunakan perahu lagi, namun setelah selesai mancing, sekira pukul 15.00 WIB, korban bermaksud pulang dengan cara berenang.
“Korban nekat memaksa berenang dan saat belum jauh berenang di Bengawan Solo, diduga korban kehabisan tenaga sehingga tidak mampu berenang, hingga akhirnya tenggelam,” lanjut Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan istri korban dan saksi-saksi, ciri-ciri korban, tinggi badan 168 centimeter, berat badan 63 kilogram, tubuh sedang, memakai celana pendek warna hijau, kaos panjang warna merah. “Selain membawa pancing, korban juga membawa sebuah payung,’ imbuh Kapolsek.

Secara terpisah, Koordinator Lapangan Tim SAR BPBD Bojonegoro, Sukirno SSos, ketika di hubungi media ini menjelaskan, bahwa BPBD Bojonegoro telah mendapat laporan terkait peristiwa orang tenggelam tersebut.
Setelah mendapatkan laporan, Sukirno bersama anggota Tim SAR BPBD Bojonegoro menuju lokasi kejadian, guna melakukan assessment (pemantauan) di lokasi kejadian musibah. “Mengingat saat ini kondisinya gelap, rencananya baru besok pagi dilakukan pencarian,” terang Sukirno.
Lebih lanjut Sukirno menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tuban dan malam ini, Tim SAR BPBD Tuban, akan berangka menuju lokasi kejadian musibah. Belum diketahui, berapa unit perahu karet yang akan diturunkan oleh BPBD Tuban, sementara besok pagi rencananya Tim SAR BPBD Bojonegoro akan menurunkan 1 (satu) unit perahu karet dengan kekuatan 8 personil. “Jika diperlukan, BPBD Bojonegoro akan menambah perahu karet berikut personilnya, guna membantu pencarian korban,” pungkas Sukirno. (inc/imm)












































.md.jpg)






