Dinas Kesehatan Imbau Jamaah Haji Asal Bojonegoro Waspadai Penyakit Kolera
Jumat, 28 Juli 2017 17:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Dinas Kesehatan Bojonegoro, melalui Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Totok ismanto, mengimbau para jamaah haji yang akan berangkat pada tanggal 31 Juli 2017 mendatang, untuk berhati hati dengan penyakit kolera yang saat ini mewabah di Yaman. Sesuai imbauan dari Menteri Kesehatan RI, bahwa saat ini penyakit kolera yang sedang mewabah di Yaman sementara posisi Arab Saudi, berbatasan dengan Yaman, sehingga dikhawatirkan akan lebih mudah menjangkit orang sekitar Yaman.
"Di Indonesia, penyakit diare masih ditemukan, tetapi penyakit kolera sudah sangat jarang ditemukan. Penyakit kolera sering disebut sebagai penyakit muntaber (muntah dan berak)," ujar Totok.
Saat ini, telah terjadi penyebaran dan penularan penyakit kolera yang menyerang lebih dari 322 ribu orang. Mengingat Yaman berbatasan dengan Saudi, maka perlu diwaspadai kemungkinan penyebaran dan penularan penyakit kolera pada jamaah haji, khususnya jamaah haji Bojonegoro.
Totok ismanto menjelaskan, proses penularan, serta pencegahan penyakit kolera. Gejalanya adalah sering buang air besar encer (diare) dan disertai muntah. Tinja penderita kolera tampak encer seperti air cucian beras.
“Gejala penyakit Kolera muncul 8 hingga 72 jam setelah penderita terpapar sumber penularan.” terangnya.
Periode tersebut, lanjut Totok, disebut masa inkubasi. Penderita kolera harus segera berobat untuk diberi cairan, karena apabila tidak segera berobat dan diberi cairan dapat meninggal karena kekurangan cairan (dehidrasi). “Dalam perjalanan menuju tempat berobat, penderita dapat diberikan cairan oralit untuk pertolongan pertama, guna mencegah kekurangan cairan.” jelasnya.
Terkait upaya pencegahan, jamaah haji Bojonegoro diminta minum menggunakan air minum kemasan atau air yang sudah dimasak. Gunakan air bersih atau PAM untuk keperluan sehari-hari, seperti masak, mencuci alat makan, gosok gigi, berwudhu dan mandi. Kemudian, cuci tangan dengan air yang cukup dan sabun, sebelum makan, sebelum menyentuh makanan atau mengolah makanan, sesudah buang air besar, dan sesudah mengurus penderita diare atau orang sakit.
“Disarankan mengonsumsi makanan yang sudah dimasak dengan baik serta menghindari makan makanan yang masih mentah.” imbuhnya.
Cuci atau masaklah sayuran sebelum dimakan, mencuci atau mengupas buah-buahan sebelum dimakan, dan menyimpan makanan di tempat atau wadah yang tertutup. "Dan selalu memasak dan mengolah makanan-minuman di dapur atau ruangan yang terjaga kebersihannya," pungkas Totok saat membaca surat edaran dari Kemenkes. (mol/imm)












































.md.jpg)






