Keluarga Kurang Mampu di Kedungadem Merasa Tidak Diperhatikan Pemerintah
Kamis, 03 Agustus 2017 20:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Kedungadem - Satu keluarga kurang mampu di Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, mengaku kurang diperhatikan dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal kondisi mereka memprihatinkan.
"Hingga saat ini kami sekeluarga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti bantuan keluarga harapan dan lainya," ungkap Achmad Ikhsan Maulana (23),warga Desa Ngrandu RT 022 RW 004l Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
Ditemui awak media ini pada Kamis (03/08/2017) siang tadi, Achmad Ikhsan menjelaskan dari dulu hingga saat ini, dirinya dan keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal boleh dibilang, dirinya dan keluarganya tergolong keluarga yang tidak mampu.
Di rumah berlantai tanah, ia tinggal bersama nenek dan adiknya yang baru masuk sekolah. "Adik saya baru masuk sekolah SMK di Bojonegoro. Sejak dia sekolah, belum pernah mendapatkan dana bantuan khusus dari Pemkab Bojonegoro yang katanya setiap siswa sekolah mendapatkanya," ungkapnya.
Meskipun tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, ia menegaskan dirinya tidak iri dengan tetangga yang mendapatkan bantuan, seperti bantuan program bedah rumah dan program-program lain yang memang diperuntuk bagi keluarga kurang mampu.
Sementara itu Kepala Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem, Abdul Rozak, yang dikonfirmasi media ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan untuk keluarga kurang mampu di desanya.
"Memang benar Ahmad Ikhsan Maulana, termasuk keluarga kurang mampu. Hingga saat ini kami sudah mendata untuk pengajuan bantuan keluarga kurang mampu," terang Abdul Rozak, Kamis (03/08/2017) sore.
Saat ini, lanjut Abdul Rozak, pihak desa terus lakukan kordinasi dengan pendamping PKH dari Bojonegoro. Namun pihaknya mengeluhkan akan kinerja pendamping yang menurtnya kurang maksimal untuk melakukan pengawasan keluarga kurang mampu, khususnya di Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem.
“Sudah kami koordinasikan dengan pihak pendamping, namun sepertinya belum ada tindak lanjutnya,” ungkap Abdul Rozak. (mol/imm)












































.md.jpg)






