Bupati Bojonegoro, Buka Acara Jambore Anak Soleh Tingkat SD
Sabtu, 26 Agustus 2017 18:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi pada Sabtu (26/08/2017) siang tadi, membuka acara Jambore Anak Soleh (JAS) siswa-siswi SD se Kabupaten Bojonegoro, yang menurut rencana akan dilaksanakan selama 2 hari, tangggal 26 dan 27 Agustus 2017, bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sekolah Model Terpadu (SMT) di Desa Sukowati Kecamatan Kapas.
Jambore Anak Soleh (JAS) siswa-siswi SD se Kabupaten Bojonegoro tersebut diprakarsai oleh KKG PAI Kementerian Agama, diikuti sebanyak 765 anak, murid-murid SD se-Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 375 siswa dan 390 siswi, yang dibagi atas 62 kafilah pria dan 65 kafilah putri.
Agus Salim selaku Ketua KKG PAI SD, dalam laporannya pada acara pembukaan Jambore Anak Soleh (JAS) Se-Kabupaten Bojonegoro tersebut menyampaikan, bahwa tujuan Jambore Anak Soleh ini adalah untuk pemantapan karakter dan budi pekerti (akhlaqul karimah) sejak usia dini, bagi murid-murid SD, baik di lingkungan sekolah maupun dirumah. “Sehingga dapat menciptakan pribadi yang tangguh, disiplin, mandiri dan agamis, demi meraih cita-citanya kelak.” terang Agus Salim
Selanjutnya Agus Salim mengatakan, acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini, kegiatannya adalah untuk pemantapan ahklak bagi para murid, dalam bentuk sholat wajib berjamaah, Kantin Kejujuran serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat membentuk akhlak yang baik bagi para siswa.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat ditindaklanjuti di masing-masing kecamatan sehingga dapat menularkannya ke siswa-siswi lainnya.” harap Agus.
Dalam kesempatan ini pula Agus mengatakan bahwa di Bojonegoro ada kurang lebih 218 guru agama dan ratusan lainnya guru GTT. “Kami mengharap GTT tersebut dapat menjadi guru PNS guna memperkuat pendidikan islam di Kabupaten Bojonegoro.” pungkas Agus mengakhiri laporannya.

Sementara Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi atau yang akrab dipanggil Kang Yoto, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi yang baik, bagi lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga. “Karena anak soleh adalah anak yang dapat memberikan inspirasi yang baik,” ucap Kang Yoto.
Kang Yoto juga mengatakan bahwa untuk menajadi anak soleh ada syaratnya, selain sholatnya yang baik, anak sholeh tidak merugikan orang lain dan selalu memberikan manfaat kepada lingkungannya, baik di sekolah, di jalan dan dimanapun. Dalam hubungannya dengan alam anak soleh harus selalu menjaga kebersihan dari kotoran dan sampah.
“Kebersihan adalah sebagian dari Iman, annadhol fatthul minal iman. Jadi kalau halaman sekolah, kelasnya masih kotor, masih belum dikatakan sebagai anak soleh,” tegasnya.
Masih dalam sambutannya, Kang Yoto bercerita bahwa beberapa waktu lalu kedatangan tamu arsitek dari jerman dan MIT dan mereka mengatakan “Bojonegoro is Future in the World,“ masa depan dunia adalah Bojonegoro dengan konsep deso roso kutho, kutho roso deso, yang ingin menjadi kota Bojonegoro kota yang relax (tidak stres), yang menghargai kesantaian namun tetap produktif, komunikatif, dengan infrastruktur dan fasilitas yang maju.
“Oleh karena itu, para anak soleh harus percaya diri dan mau belajar karena masa depan Bojonegoro ada di pundak adik-adik semua ini.” pesan Kang Yoto.
Dalam akhir sambutannya Kang Yoto juga berpesan agar anak-anak terusl belajar, jangan menyerah, jangan rendah hati dan jangan sombong. “Tetaplah berkarya demi cita-cita kalian.” pungkas Kang Yoto mengakhiri sambutannya.
Pada pembukaan Jambore Anak Soleh ini, juga dihadiri pula Muklisin dari Kemenag Bojonegoro, Hanafi selaku Kepala Diknas Kabupaten Bojonegoro serta anggota KKG PAI SD se-Kabupaten Bojonegoro. (inc/imm)











































.md.jpg)






