Rasa Sakit pada Sunat Lebih Terasa daripada Vasektomi
Senin, 06 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Vasektomi sering kali dipandang sebagai prosedur medis yang menakutkan bagi pria karena dianggap sangat menyakitkan. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa tingkat nyeri pada tindakan sterilisasi pria ini justru jauh lebih rendah dibandingkan dengan prosedur bedah minor lainnya, termasuk sunat.
Dokter spesialis urologi, dr Nur Rasyid, SpU, mengungkapkan bahwa banyak pasien yang kaget setelah mengetahui betapa sederhananya tindakan ini. Vasektomi dilakukan dengan bius lokal dan hanya memerlukan sedikit waktu. Pasien bahkan tidak perlu menginap di rumah sakit karena tindakannya sangat minimal.
Persepsi rasa sakit yang berlebihan selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis dan kurangnya literasi medis. Pada praktiknya, vasektomi modern saat ini banyak menggunakan metode tanpa pisau bedah yang meminimalisir luka sayatan. Tindakan ini hanya memerlukan pembiusan lokal dan proses pengerjaannya tergolong sangat singkat, yakni berkisar antara sepuluh hingga lima puluh menit saja.
Secara anatomis, tingkat trauma jaringan pada saat melakukan sunat atau sirkumsisi justru lebih besar karena melibatkan area permukaan kulit yang lebih luas. Sementara itu, pada vasektomi, dokter hanya melakukan tindakan pada saluran sperma yang ukurannya sangat kecil. Hal inilah yang mendasari mengapa secara klinis rasa sakit yang dirasakan pasien vasektomi jauh lebih ringan.
Selain faktor teknis medis, pemulihan pasca operasi juga tergolong cepat. Pasien biasanya sudah bisa beraktivitas ringan kembali dalam waktu singkat setelah prosedur selesai. Tenaga medis menekankan bahwa edukasi yang tepat sangat diperlukan agar para pria tidak lagi merasa ragu atau takut untuk menjalani vasektomi sebagai pilihan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan minim risiko nyeri.












































.md.jpg)






