Jamaah Haji Asal Bojonegoro Tiba di Tanah Air
Keluarga Menyambut Bahagia Kedatangan Jamaah Haji
Selasa, 13 Oktober 2015 07:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudidan Nasruli Chusna
Oleh Mujamil E Wahyudi dan Nasruli Chusna
Kota – Kepulangan jamaah haji asal Bojonegoro kelompok terbang (kloter) 32 dan kloter 33 di Bojonegoro disambut dengan bahagia oleh keluarga dan kerabatnya. Keluarga dari berbagai desa di Bojonegoro menunggu datangnya jamaah haji itu di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sejak tengah malam.
Semula dijadwalkan kedatangan jamaah haji sampai di Pendapa Pemkab Bojonegoro sekitar pukul 02.00 dini hari. Namun ternyata kedatangan rombongan haji itu molor dan baru sampai sekitar pukul 04.00 pagi untuk rombongan haji kloter 32 dan pukul 05.15 pagi untuk rombongan kloter 33.
Tak pelak, kedatangan haji itu disambut suasana haru dan isak tangis bahagia oleh keluarganya. Maklum, pada musim haji tahun ini banyak terjadi musibah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Peristiwa musibah badai pasir dan jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram dan peristiwa jamaah haji yang berdesak-desakkan di Mina merenggut ratusan jamaah haji. Kedua peristiwa itu selalu diikuti oleh keluarga jamaah haji di kampung halaman di Bojonegoro.
Meski malam, suasana di depan Pendapa Pemkab Bojonegoro dan sekitar Alun Alun Bojonegoro tampak ramai oleh keluarga dan kerabat yang menunggu kedatangan rombongan jamaah haji. Diterangi lampu-lampu di Alun-Alun Bojonegoro, para keluarga yang terdiri bapak, ibu, dan anak-anak itu menunggu dengan cemas. Mereka ada yang membawa mobil dari rumah, ada pula yang menyewa mobil umum khusus untuk membawa keluarganya yang berangkat haji tahun ini.
Salah satu jamaah haji, Sidiq Amin, mengaku sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun ini dan tiba dengan selamat selama perjalanan dari Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi, ke Tanah Air.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai di Bojonegoro,” ujar Sidiq Amin dengan wajah terlihat lelah.
Ia dijemput oleh anaknya, Akhmad Rukhamak, guru SMA Negeri 3 Bojonegoro. Bapak dan anak itu pun berpelukan dengan hangat saat keduanya bertemu. Begitu pula, keluarga yang telah menunggu dengan cemas secara bergantian memeluk dan mencium Sidiq Amin yang selama ini menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bojonegoro.
Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Wakhid Priyono, memang tahun ini pihaknya tidak mengadakan acara penyambutan kedatangan rombongan jamaah haji yang telah tiba di Tanah Air dan di Bojonegoro. Sebab, kata dia, kondisi jamaah haji itu sudah kelelahan dan ingin segera berkumpul dengan keluarganya di rumah.
“Yang penting kondisi mereka semuanya sehat dan selamat sampai tiba di rumah,” ujar Wakhid Priyono pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Selasa (13/10). (yud/kik)































.md.jpg)






