Dana Dropping Air Habis, Disnakertransos Gandeng Pertamina
Kamis, 15 Oktober 2015 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Dalam pembahasan P-APBD 2015 kemarin, ada kekhawatiran pengurangan dana dropping air. Padahal kebutuhan air bersih masih tinggi di beberapa daerah yang sumber airnya mati karena kemarau.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Dwi Harningsih, saat ditemui BBC, sebutan beritabojonegoro.com, mengatakan bahwa tidak ada pengurangan dana dropping air. Hanya saja, kata dia, dana dropping yang ada sudah habis per 12 Oktober lalu.
Dana yang dianggarkan untuk dropping air bersih dari Disnakertransos sebesar Rp 100 juta untuk 250 tangki air per tahun. Daerah yang paling banyak membutuhkan air bersih itu seperti Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo dan Temayang.
"Untuk dana penyaluran air bersih sebesar Rp 100 juta untuk 250 tangki per tahun. Namun karena musim kemarau ini sangat panjang, jatahnya sudah habis. Tahun depan, kami berencana menganggarkan dua kali lipat untuk dropping air bersih," terang Dwi.
Dwi menambahkan bahwa Disnakertransos bisa mengirimkan empat tangki ke desa-desa yang memerlukan air bersih dalam sehari. Namun, sejak tanggal 12 Oktober, jatah dari APBD untuk dropping air sudah habis.
Untuk itu, Disnakertransos tetap berusaha melakukan dropping air bekerja sama dengan sejumlah pihak.
"Meskipun sudah habis, kami sudah berkoordinasi dengan pihak lain. Kami sudah menerima bantuan 50 tangki dari Pertamina EP Cepu. Pelaksananya mereka sendiri, namun untuk data tetap dari kami," pungkasnya. (ver/ moha)































.md.jpg)






