Banyak Bantuan Disalurkan, Harga Tembakau Tetap Jeblok
Kamis, 15 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Petani tembakau di Bojonegoro mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah melalui Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro. Namun ternyata, bantuan itu tidak mampu meningkatkan kualitas daun tembakau di Bojonegoro. Dampaknya, harga jual tembakau di pasaran jeblok.
Berdasarkan data yang diperoleh BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada petani tembakau lewat Dishutbun Bojonegoro di antaranya bantuan pupuk ZK sebanyak 150 ton pada kelompok tani. Bantuan itu diberikan pada 100 kelompok tani di Bojonegoro. Kemudian, bantuan berupa alat perajang tembakau pada 70 kelompok tani di Bojonegoro.
Selain itu, ada pula bantuan berupa alat jemur tembakau atau widik sebanyak 20.000 unit. Masih ada pula bantuan berupa pupuk NPK dari provinsi kepada 49 kelompok tani. Per kelompok tani mendapatkan bantuan pupuk NPK sebanyak 3 kilogram.
Masih ada pula bantuan alat traktor tangan untuk dua kelompok tani dan juga bantuan cultivator pada dua kelompok tani di Bojonegoro. Namun, banyaknya bantuan itu ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani tembakau di Bojonegoro. Harga jual emas hijau itu jeblok pada musim tanam tahun ini. Untuk mengembalikan kejayaan tembakau di Bojonegoro seperti masa silam sepertinya sulit dilakukan.
Menurut Kepala Bidang Perkebunan, Dishutbun Kabupaten Bojonegoro, Khoirul Insan, bantuan itu diberikan kepada petani tembakau sejak awal 2015. Bantuan berupa pupuk, alat jemur tembakau, hingga traktor itu diharapkan dapat meningkatkan produksi tembakau dan juga meningkatkan kualitas daun tembakau.
“Bantuan itu diberikan langsung kepada kelompok-kelompok tani,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Kamis (15/10).
Pada musim tanam tahun ini, luas areal tembakau jenis Virginia di Bojonegoro seluas 44.000 hektare tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Sugihwaras, Kedungadem, Ngasem, Malo, Sumberejo dan Baureno.
Untuk luasan areal tanaman tembakau jenis jawa luasan tanamnya mencapai 2.300 hektar . Sedangkan luasan areal tanaman tembakau seluruhnya di wilayah Bojonegoro tersebar di Kecamatan Temayang, Bubulan, Tambakrejo, Purwosari, Ngraho, Gayam, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu. (mol/kik)
Ilustrasi foto beteel.wordpress.com































.md.jpg)






