Sudah Terpasang, Tujuh Palang Pintu Elektrik Belum Dioperasikan
Sabtu, 17 Oktober 2015 08:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota – Beberapa titik perlintasan kereta api di wilayah Bojonegoro saat ini sudah terpasang palang pintu elektrik yang didanai oleh pemerintah namun sampai saat ini belum dioperasikan. Seperti di jalan Panglima Polim, warga lokal masih menjaga perlintasan kereta api meskipun palang pintu elektrik sudah terpasang.
Ada tujuh tempat yang dibangun palang pintu elektrik itu beserta pos penjagaan kereta api yaitu Di Desa Sraturejo Baureno, Medalem Sumberejo, Talun Sumberejo, Panglima Polim Kota Bojonegoro, Kalipang Kalitidu, Pungpungan Kalitidu, Beged Gayam. Dan akan ada bantuan dari Kementerian Perhubungan sebanyak dua palang pintu elektrik yang lokasinya akan ditempatkan di Kalianyar, Kecamatan Kapas dan Balen diperkirakan pada akhir Oktober atau awal November 2015.
Pembangunan palang pintu elektrik tahun 2014 itu memakan biaya sebesar Rp 1,4 miliar dengan masing-masing tempat dengan biaya sebesar Rp 200 juta. Biaya ini termasuk pos penjagaan, palang pintu, serta pemasangan kamera CCTV (Circuit closed television).
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro, Iskandar, palang pintu elektrik milik pemerintah daerah ini lebih kecil daripada ukuran biasanya. Namun Iskandar menyatakan bahwa ini sudah sesuai aturan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretapaian. Menurutnya palang pintu pun harus mudah patah dan tidak terbuat dari besi. Palang pintu elektrik ini terbuat dari alumunium.
Iskandar menjelaskan bahwa baru Senin (19/10) baru diadakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada para calon penjaga palang pintu elektrik yang akan berjaga di tujuh titik tersebut. Mereka akan berjaga secara bergantian di tujuh titik palang pintu elektrik tersebut.
"Senin nanti baru diadakan pelatihan kepada para calon petugas, namun kami tidak membuka lowongan karena perekrutan kami serahkan kepada desa terkait," tandas Iskandar. (ver/kik)































.md.jpg)






