Operasi Pasar di Dander Bojonegoro, Diserbu Ibu-Ibu Rumah Tangga
Selasa, 08 Mei 2018 11:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro (Dander) - Operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (07/05/2018), di Desa Kunci Kecamatan Dander Kabupaten, diserbu ibu-ibu rumah tangga. Mereka berdesak-desakan demi mendapat kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dari harga pasaran.
Operasi murah tersebut dilaukan untuk membantu masyarakat dan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang cenderung naik jelang bulan ramadan tahun 2018 ini.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga relatif murah, diantaranya beras, gula pasir dan minyak goreng. Meski lebih murah dari harga pasaran, namun kualitas barang yang dijual cukup bagus, sehingga menarik minat masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang rela bersesak-desakan untuk datang membeli.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Rudi Rimbawan mengatakan, pasar murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga menjelang bulan ramdahan. Pasalnya mendekati bulan ramadhan kebutuhan pokok pasti naik.
“Dengan adanya pasar murah ini diharapkan mampu menstabilkan harga.” jelas Rudi (08/05/2018) pagi.
Rudai menambahkan, dalam pasar murah tersebut dijual sejumlah kebutuhan pokok, diantaranya beras medium, dijual dengan harga Rp 7.200 per kilogram, minyak goreng Rp 9.750 per kilogram padahal di pasaran harganya Rp 11.000. Sementara gula pasir Rp 10.000 per kilogram lebih murah dari harga pasaran yang mencapai Rp 12.000 per kilogram.
Masih menurut Rudi, pasar murah ini akan digelar di 14 desa, salah satunya di Desa Kunci Kecamatan Dander dan beberapa desa lainya di Kabupaten Bojonegoro.
“Operasi pasar murah ini sudah berlangsung mulai Senin kemarin dan rencananya akan terus digelar selama dua minggu,” imbuhnya.
Rudi berharap operasi pasar murah ini, dapat menstabilkan harga sembako dipasaran yang terus melambung, jelang bulan ramdhan tahun 2018.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga dapat terbantu dan tidak terbebani oleh tingginya harga kebutuhan pokok.” pungkasnya. (mol/imm)












































.md.jpg)






