News Ticker
  • Hingga Petang Ini, Korban Tenggelam di Bendung Gerak Bojonegoro Belum Ditemukan
  • Gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona Digelar di Texas Wonocolo Bojonegoro
  • Pemusnahan BB, Kejari Tuban Rebus Puluhan Gram Sabu dan Ribuan Pil Koplo
  • Tim SAR Masih Lakukan Pencarian  Korban Tenggelam di Bendung Gerak Bojonegoro
  • Warga Kalitidu Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam di Bendung Gerak, Sungai Bengawan Solo
  • Warga Kedungadem Bojonegoro yang Dilaporkan Hilang, Telah Ditemukan
  • Jangan Jadi Bangsa Kepiting!!!
  • Pertama
  • P3A Bojonegoro Dampingi Remaja Korban Salah Pergaulan
  • Bawaslu Bojonegoro Sosialisasi Pemantauan Pemilu
  • Disdukcapil Blora Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas
  • BKKBN Dirikan Pojok Kependudukan di YSM Margoagung Sumberrejo Bojonegoro
  • Pemuda Asal Trucuk Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri
  • Kekasih
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kios di Pasar Kacangan Tambakrejo Bojonegoro Terbakar
  • Mensesneg Apresiasi 3 Kabupaten yang Komitmen Membangun Perbatasan
  • Seorang Warga di Bojonegoro Meninggal Dunia Saat Hadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad
  • 5 Rumah dan 2 Kandang di Gondang Bojonegoro Roboh Diterjang Angin
  • Menempatkan Diri
  • Kecelakaan di Temayang Bojonegoro, Seorang Pelajar Meninggal Dunia
Rakor Wilayah Perbatasan Jatim - Jateng, Bahas Pembangunan Infrastruktur Jembatan

Rakor Wilayah Perbatasan Jatim - Jateng, Bahas Pembangunan Infrastruktur Jembatan

Oleh Imam Nurcahyo

Blora -  Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Infrastruktur wilayah perbatasan Provinsi  Jawa Timur dan Provinsi  Jawa Tengah, digelar pada Kamis (24/05/2018) pagi tadi, bertempat di Hall Kemuning Arra Amandaru Hotel, Cepu - Blora.

Dalam rakor tersebut, dibahas tentang rencana pembangunan jembatan Medalem yang melintasi Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Menden Blora dan Kecamatan Ngraho Bojonegoro serta rencana pembangunan jembatan Randublatung - Getas, yang menghubungkan Kecamatan Randublatung Blora dan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Ngawi.

Rapat ini dihadiri oleh Pj Bupati Bojonegoro, Dr Suprianto SH MH, Bupati Blora Djojo Nugroho, perwakilan Bupati Ngawi, Kepala Bappeda Provinsi  Jawa Timur , Kepala Bappeda Provinsi  Jawa Tengah dan Adm Perhutani Ngawi. Rapat juga dihadiri, Kepala Bappeda Kabupaten Blora Sutikno Slamet, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Andi Tjandra, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heru Sugiharto serta pimpinan OPD di tiga kabupaten yakni Bojonegoro, Blora dan Ngawi.

Kepala Bappeda Jawa Tengah, Sujarwanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rapat tersebut menarik karena menjadi forum bertemunya para bupati di wilayah perbatasan. 

Sujarwanto menuturkan, bahwa dengan dibukanya jalan trans jawa atau telah dioperasionalkannya akses jalan tol trans jawa maka pembangunan harus di buka oleh seluruh daerah.

“Diantaranya adalah dengan membuka isolasi Blora, khususnya di wilayah selatan Blora.” tuturnya.

Prinsipnya ada dua, pendekatan saling melengkapi yakni, pembangunan segera direalisasikan namun sisi hukum dan administrasi juga harus segera dilegalkan. Karena termasuk batas provinsi  maka harus telah pula dibahas di musrenbangnas.

“Agar ke depan segera ada MoU antar wilayah. Desain dan dukungan ke Pemerintah Provinsi agar segera direalisasikan.” tegasnya.

 

Bupati Blora yang akrab dengan panggilan Kokok Raya, di awal pertemuan tersebut menjelaskan kondisi umum wilayahnya.

“Blora terdiri dari 16 kecamatan, 271 desa dan 24 kelurahan. Dengan luas wilayah mencapai 180 ribu hektar dan 49,6 persen wilayah masuk dikawasan perhutani. Sedangkan jumlah penduduk mencapai 900 ribu jiwa,” jelasnya.

Dia menjelaskan pula, bahwa beberapa daerah perbatasan, menjadi titik sentral dan menjadi tempat tujuan karena lebih mudah dijangkau. Dicontohkan oleh Djoko Nugroho, bahwa wilayah Blora yang berada di selatan, masyarakatnya cenderung melakukan aktifitas ekonomi di wilayah Kabupaten Ngawi. Kemudian di wilayah timur, masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di Surabaya daripada ke Semarang.

“Sementara untuk beberapa wilayah terpencil di wilayah tenggara, juga melakukan aktifitas ekonomi di Kecamatan Ngraho yang masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro.” terang Djoko Nugroho.

Untuk membuka akses ekonomi, lanjut Djoko Nugroho, maka pihaknya akan membangun infrastruktur yang menghubungkan dengan Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro.

Salah satunya adalah pembangunan jembatan Medalem yang berada di Kecamatan Mendem Kabupaten Blora dan Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. Serta jembatan Randublatung - Getas  yang berada di Kabupaten Blora yang menghubungkan Banjarejo Kabupaten Ngawi. Menurutnya, dengan membuka akses di wilayah selatan ini, akan membawa dampak ekonomi, apalagi wilayah selatan Blora merupakan sentra penghasil padi di Blora. 

“Saya sangat berharap agar pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan guna membuka akses ekonomi.” harapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro, Dr Suprianto, SH MH dalam sambutannya mengingatkan pentingnya kerangka dan payung hukum. Selain itu, perlu dilihat ulang apakah masing masing wilayah juga sudah mengalokasikan dalam DIPA masing masing.

“Perlu adanya kesepakatan bersama antar daerah dan adanya pendelegasian kewenangan ditingkat OPD.” tutur Dr Suprianto.

Lebih lanjut Pj Bupati Bojonegoro sangat mendukung adanya inisiatif yang digagas Bupati Blora, untuk membangun jembatan yang menghubungkan kedua kabupaten, karena semangat yang utama dalam membangun jembatan ini adalah membuka akses ekonomi, membuka wilayah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Namun acuannya harus dibuat dan jangan sampai akan berdampak hukum dikemudian hari.” pesan Pj Bupati Bojonegoro. (red/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Oleh Muhammad Roqib Kuliah tamu bersama Dr Norazlina binti Abdul Azis dari Faculty Law UITM Malaysia di Pascasarjana Ilmu Hukum ...

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

*Oleh Rizki Amelia Kurnia Dewi SIKom PEMUDA adalah tonggak perubahan bangsa. Di pundak-pundak merekalah masa depan bangsa digantungkan. Pemuda sejatinya ...

Quote

Jangan Jadi Bangsa Kepiting!!!

Jangan Jadi Bangsa Kepiting!!!

Oleh Kang Yoto Alkisah seorang petani baru saja pulang dari ladang membawa kepiting pulang. Begitu sampai di rumah langsung dicuci ...

Sosok

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Kopi Biji Secang, Minuman Herbal Produk Pondok Pesantren

Oleh Nova Andriyanto Bojonegoro - Kopi biji secang, adalah minuman ringan dari olahan biji secang. Leluhur dulu biasa menggunakan kayu ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Program Peningkatan Literasi Siswa

Program Peningkatan Literasi Siswa

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) gelar kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Oleh Priyo Spd Blora - Panorama indah matahari pagi (sunrise) dan pemandangan Gunung Lawu di pagi hari menjadikan salah suasana ...

Statistik

Hari ini

2.340 kunjungan

3.988 halaman dibuka

113 pengunjung online

Bulan ini

81.687 kunjungan

143.151 halaman dibuka

Tahun ini

1.211.288 kunjungan

2.129.029 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 653.736

Indonesia: 11.584

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015