News Ticker
  • Limbah Kayu Jati Diubah Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
  • Sat Lantas Polres Blora Tindak 3.000 Lebih Pelanggaran Selama Operasi Zebra Candi 2018
  • Sikap
  • Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019 Sebanyak 20 Hari
  • Bojonegoro Jadi Sentra Pelayanan Kesehatan Jatim Barat, Mungkinkah?
  • Tutup TMMD di Bojonegoro, Ini Pesan Letkol Arh Redinal
  • Usai Ijab Kabul, Tahanan Asal Grabagan Tuban Ini Kembali ke Bui
  • 12 Mempelai Ikut Nikah Massal di Masjid Agung Tuban
  • Optimistis
  • HKN ke 54, Bupati Blora Minta Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan
  • Kirab Hari Jadi Kabupaten Tuban Ke 725 untuk Melestarikan Budaya
  • Kirab Budaya Pemuda Tuban Bersatu Berlangsung Meriah
  • Jangan Lewatkan Pameran Bursa Kerja Bojonegoro 2018, 10 Ribu Lowongan Menanti
  • Kenangan
  • KPUD Tuban Sosialisasi Pemilu pada Penyandang Disabilitas
  • 163 Siswa SD/MI Ikuti Try Out Akbar di Rumah Belajar YKIB
  • Semarak, Ratusan Warga Berebut Gunungan Belimbing
  • Ditubruk Motor Seorang Anak di Kanor Bojonegoro Luka Berat
  • Tabrak Lari di Baureno Bojonegoro, Seorang Luka Berat, Seorang Lainnya Meninggal Dunia
  • Bupati Blora dan Pimpinan Dewan Sepakati KUA PPAS RAPBD 2019
Disnakan Bojonegoro Periksa Kondisi Hewan Kurban di Lapak Penjual dan Peternak

Disnakan Bojonegoro Periksa Kondisi Hewan Kurban di Lapak Penjual dan Peternak

Oleh Imam Nurcahyo

Bojonegoro - Menjelang Hari Raya Iduladha 1439 H, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (20/08/2018) lakukan pemantauan dan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban yang mulai ramai diperjual-belikan di wilayah Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan penjual hewan kurban yang berada di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Mapolres Bojonegoro dan di Kelurahan Ledokkulon Kecamatan Bojonegoro Kota.

Tim pemantau tersebut melibatkan 11 personil dari Dinas Peternakan dan Perikanan yang dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Drh Sugiharti Sri Rahaju, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Drh Edi Purwanto.

 

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro , Drh Edi Purwanto menjelaskan, bahwa dalam pemantauan hewan kurban tersebut harus memperhatikan P3KD yakni tidak pincang, tidak penyakitan, tidak picek (red, sakit mata), tidak kurus dan sudah dewasa.

Sementara, dari pemeriksaan di tempat tersebut, kondisi hewan relatif aman, memang ditemukan beberapa hewan ternak yang belum cukup umur (kowel) dan seekor hewan didapati sakit mata.

“Selanjutnya untuk hewan yang belum cukup  umur, diberikan tanda dan agar penjual tidak menjual karena tidak memenuhi syarat dan hukumnya.” terangnya.

 

Suyono, salah satu pedagang kambing asal Kelurahan Ledokkulon Kecamatan Bojonegoro Kota menjelaskan, bahwa untuk tahun 2018 ini penjualan hewan ternak untuk kurban relatif sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Suyono, sejak Kamis (18/08/2018) lalu, baru 18 ekor kambing yang terjual dengan harga bervariasi yakni mulai 2 juta sampai 5 juta. Lesunya penjualan kambing ini menurutnya karena beberapa hal.

“Antara lain harga kambing yang relatif mahal dan kemungkinan juga karena dampak ekonomi,” terangnya

Sementara itu Dian, peternak sapi di wilayah Kelurahan Ledokwetan Kecamatan Bojonegoro Kota, kondisi yang dialaminya berbeda dengan yang dialami Suyono. Menurutnya, dari 14 sapi yang dimilikinya semua sudah terjual.

“Yang terberat dengan bobot 572 kilogram terjual dengan harga 20 juta 500 ribu rupiah.” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Ardiyono Purwanto SH MSi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah sejak 2 minggu lalu melakukan pemantauan hewan ternak untuk kurban yang mulai marak diperjual-belikan di wilayah Bojonegoro.

“Selain itu seluruh mantri dan petugas yang ada di wilayah kecamatan juga diintensifkan untuk melakukan pendataan.” ungkap Ardiyono Purwanto.

Dijelaskan oleh Ardiyono Purwanto, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya juga memberikan pelatihan kepada petugas dan takmir masjid yang akan menjadi panitia kurban dimana saat itu pihaknya mengimbau, agar sapi betina yang produktif agar tidak dijadikan hewan kurban.

“Hal ini untuk menjaga populasi ternak di wilayah Bojonegoro,” jelasnya.

Ditambahkan Ardiyono Purwanto, bahwa kondisi hewan ternak di wilayah Kabupaten Bojonegoro relatif aman dari penyakit antrak maupun kuku dan mulut.

“Namun untuk antiseptik pihaknya akan mengintensifkan pos pemantau hewan di setiap titik, utamanya yang berada di perbatasan.” pungkasnya. (red/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Oleh Muhammad Roqib Kuliah tamu bersama Dr Norazlina binti Abdul Azis dari Faculty Law UITM Malaysia di Pascasarjana Ilmu Hukum ...

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

*Oleh Rizki Amelia Kurnia Dewi SIKom PEMUDA adalah tonggak perubahan bangsa. Di pundak-pundak merekalah masa depan bangsa digantungkan. Pemuda sejatinya ...

Quote

Sikap

Sikap

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Sikap dapat diartikan pikiran dan perasaan seseorang yang membentuk perilaku suka atau tidak suka, ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Program Peningkatan Literasi Siswa

Program Peningkatan Literasi Siswa

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) gelar kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Oleh Priyo Spd Blora - Panorama indah matahari pagi (sunrise) dan pemandangan Gunung Lawu di pagi hari menjadikan salah suasana ...

Statistik

Hari ini

1.471 kunjungan

2.354 halaman dibuka

69 pengunjung online

Bulan ini

51.075 kunjungan

92.195 halaman dibuka

Tahun ini

1.180.680 kunjungan

2.078.080 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 627.390

Indonesia: 11.567

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015