Tim Dewan Ketahanan Nasional Kunjungi Bojonegoro
Selasa, 28 Agustus 2018 12:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Anggota Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) pada Selasa (28/08/2018) lakukan kunjungandi Kabupaten Bojonegoro. Menurut rencana, rombongan tersebut akan melakukan serangkaian kegiatan selama beberapa hari di Kabupaten Bojonegoro dan kedatangan rombongan tersebut diterima oleh Pj Sekertaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Yayan Rohman AP MM, di lantai 7 Gedung Pemkab Bojonegoro.
Kelima anggota Watannas yang hadir diantaranya, Mayjen TNI Aris Martono Haryadi, Kolonel Czi Rido Hermawan MSc, Ir Hadian Ananta Wardana CES, Kolonel lnf Judi Paragina Firdaus MSc, Kolonel Czi Budi Irawan SIP MSi dan Kombes Pol Yulias SIK.
Kolonel Czi Rido Hermawan MSc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan di Bojonegoro tersebut untuk melihat kondisi secara umum.
“Ada hal yang menjadi penting yakni membuat program emas biru yakni perikanan di laut dan daratan dan emas hijau, yaitu pertanian, perkebunan dan lingkungan hidup.” jelas Kolonel Czi Rido Hermawan MSc.
Sejarah mencatat bahwa nusantara sangat kaya akan rempah-rempah, sehingga banyak bangsa luar yang datang bumi nusantara, termasuk ke Bojonegoro. Kejayaan masa lalu akan rempah-rempah mampu menjadikan daya tarik, sehingga Watannas mengembangkan rempah-rempah untuk kejayaan bangsa sendiri.
Khusus Bojonegoro dari dulu dikenal dengan kejayaan kayu jati dan tembakau. Selain itu Bojonegoro juga terkenal dengan daerah banjir. Lalu bagaimana mengelola banjir dan sumber daya air ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan Bojonegoro juga dikenal sebagai daerah rawan kekeringan yang rawan pula terjadi kebakaran.
“Watannas menyadari bahwa semua tidak bisa diatasi oleh daerah namun perlu campur tangan dari pemerintah pusat.” terangnya.
Kolonel Czi Rido Hermawan MSc juga menyinggung tentang pembangunan kawasan industri di Bojonegoro dalam mengelola sumber daya alam agar menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Namun menurutnya, banyak eksplorasi yang menimbulkan dampak lingkungan, salah satunya pencemaran dan dampak ikutan lainnya.
“Selain itu, dampak ekonomi juga harus dipertimbangkan.” pesannya
Pj Sekertaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Yayan Rohman AP MM dalam sambutannya berharap bahwa kedatangan tim Watannas tersebut dapat menjadi dampak positif bagi Bojonegoro.
Kepada tim wantanas, Yayan Rohman AP MM menjelaskan bahwa 40 persen wilayah Bojonegoro adalah hutan dan di Kabupaten Bojonegoro terdapat 12 anak sungai yang bermuara di Sungai Bengawan Solo .
“Kabupaten Bojonegoro memiliki cadangan minyak dan gas yang mensuplai 20 persen cadangan minyak dan gas nasional.” jelas Yayan Rohman AP MM.
Yayan Rohman juga menyampaikan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Bojonegoro adalah 0,11 persen dan penyebaran penduduk mencapai 567 jiwa per kilometer persegi, dengan titik pusat masih di perkotaan. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2016 sebesar 68,06. Sedangkan untuk layanan pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), menunjukkan trend naik.
“Dengan kedatangan watannas kami harap akan memberikan manfaat untuk kelestarian hutan, ketersediaan air bersih dan kelangsungan cadangan minyak nasional serta agro bisnis yang lain.” harap Yayan Rohman AP MM.
Tim Setjen Wantannas menurut rencana akan mengadakan pengkajian daerah di wilayah Jawa Timur, untuk mendapatkan informasi terakhir terkait dengan kondisi ketahanan nasional secara umum di daerah, yang meliputi aspek politik, hukum, ekonomi, sosial, pertahanan-keamanan.
Khusus di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban, titik berat peninjauan adalah sembilan program pemerintah, di antaranya pengembangan potensi pertambangan minyak, lingkungan hidup, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo serta pariwisata, termasuk kondisi infrastruktur. (red/imm)












































.md.jpg)






