Pesanan Belum Dibayar, Perajin Wayang Thengul Tagih Disbudpar
Kamis, 22 Oktober 2015 22:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Padangan - Santoso (70), seniman dalang dan perajin wayang thengul dari Desa/kecamatan padangan, cukup merasa senang ketika terpilih untuk menerima penghargaan Bupati Bojonegoro Suyoto pada acara Gerebek Tumpeng, Selasa (20/10) malam lalu. Sebab, tidak semua orang bisa meraih pretasi itu. Dia tidak sempat datang, pada malam puncak Hari Jadi Bojonegoro itu.
Namun dia juga merasa jengah dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro. Karena apa? Disbudpar tidak kunjung memenuhi janjinya untuk mengambil 100 wayang thengul pesanannya. Santoso pun merasa dirugikan atas kemoloran itu.
Pria berkacamata itu menuturkan, pesanan 100 wayang thengul itu diterimanya sejak Mei lalu. Perbijinya dihargai senilai Rp 10 ribu. Semestinya dengan pesanan sebanyak itu dirinya bisa mengantongi uang Rp 10 juta. Sayangnya, hingga kini wayang thengul pesanan yang diambil, baru sejumlah 30 buah. Sementara uang yang diterimanya baru berupa uang muka senilai Rp 2,5 juta.
"Secara bisnis, sejak awal kita sudah merugi. Harga normal sebetulnya Rp 20 ribu. Namun karena kita merasa punya kewajiban untuk melestarikan budaya, maka kita kasih Rp 10 ribu saja," ujar Santoso ketika ditemui beritabojonegoro.com (BBC) di rumahnya, Kamis (22/10).
Pria yang sejak kelas 4 SD sudah mendalang itu menunjukkan seratusan wayang thengul di meja ruang tamunya. Dia mengaku harus lembur berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Semua proses pembuatan dia kerjakan sendiri di usia senjanya. Apalagi ketika itu diberi batas waktu penyelesaian hingga akhir Agustus.
Menurut pengakuannya, pihak pemesan, Disbudpar, akan segera mengambil dan menyelesaikan pembayarannya pada Agustus itu juga. Namun hingga kini hal itu belum tertunaikan.
Secara terpisah, saat dikonfirmasi terkait pesanan wayang thengul tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Bidang Usaha Seni dan Budaya Disbudpar Imam WS, membenarkan. Namun dia menolak jika dikatakan mangkir. Sebab, pencairan anggaran dari pihak Disbudpar masih butuh waktu.
"Ya kemungkinan pada November kita ambil pesanan itu dan melunasi pembayarannya," ucapnya. (rul/tap)
*) Foto dalang santoso menunjukkan wayang thengul di rumahnya































.md.jpg)






