PW Muhammadiyah Gelar Gebyar Panti Asuhan se Jatim
Minggu, 25 Oktober 2015 08:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota-Area Masjid At-Taqwa di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro Kota, ramai sekali pagi ini, Minggu (25/10). Selain mereka yang sedang khidmat menyimak kuliah minggu pagi di dalam masjid, di halaman kanan masjid juga nampak ramai sekali.
Puluhan stand dengan anega ragam produk berdiri dengan rapi dibelah jalan selebar 3 meter. Stand-stand itu dirubung banyak orang. Lelaki dan perempuan berbusana muslim nampak sumringah masuk keluar stand. Mereka nampak kebingungan melihat dan memilih produk-produk khas dari berbagai daerah itu.
Hari ini sedang berlangsung, sudah sejak kemarin, Bazar Panti Asuhan Muhammadiyah se Jawa Timur. Bazar ini merupakan bagian dari Gebyar Panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah yang digelar oleh Majelis Pelayanan Ssosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Mereka datang dari berbegai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Blitar, Jombang, Jember, Situbondo, Madiun dan beberapa derah lainnya. Mereka sudah sejak kemarin, Sabtu (24/10) membuka stand.
Salah satu stand dari Panti Asuhan Tunas Melati Situbondo memperkenalkan produk kreasi dari anak-anak panti sendiri, yaitu berupa suvenir dari limbah dan bahan-bahan alam. Suvenir itu berbentuk gantungan kunci, bross, celengan, asbak, tempat tisu, tempat alat tulis dan hiasan rumah. Nampak salah satu suvenir berbentuk gantungan kunci dibuat dari buah yang tidak bisa dimanfaatkan sebagaia bahan makanan.
"Ini dari buah nyamplong. Mungkin di sini nggak ada. Tidak bisa dimakan kok ini. Ini buatan anak-anak panti sendiri," kata Riko Arisandi (23), penjaga stand. Dia mengaku datang dari Situbondo dan sudah sampai di Bojonegoro kemarin malam.
Ketua MPS PW Muhammadiyah Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan bahwa acara ini baru digelar pertama kalinya. Rencananya acara seperti ini digelar lima tahun sekali. "Bazar ini untuk menunjukkan bahwa Panti Asuhan punya kreasi dan kemandirian," kata pria asal Malang itu kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com.
Imam Hambali menambahkan, Bojonegoro dipilih sebagai tempat untuk pertama kalinya ini karena pengelolaan Panti Asuhannya lebih baik dari yang lainnya. "Salah satunya di Bojonegoro ini program Studi Lanjutannya tertata dengan baik. Di daerah lain banyak yang belum punya itu," katanya menerangkan. Sebab, selepas SMA, kata Hambali, anak-anak panti biasanya sudah dilepas.
Ada beberapa acara dalam Gebyar Panti Asuhan ini. Di antaranya lomba cerdas cermat, tahfidz Qur'an, pentas seni, dan juga seminar. Pada seminar yang akan digelar siang hari nanti, Sekjen Kementerian Sosial RI Toto Utomo Budi Santosa, akan datang sebagai keynote speacker. (nam/ moha)






























.md.jpg)






