Pemkab Blora Rencanakan Studi Banding ke Bandara Trunojoyo Sumenep
Senin, 26 November 2018 17:00 WIBOleh Priyo SPd
Oleh Priyo SPd
Blora- Pemerintah Kabupaten Blora terus melakukan persiapan pelaksanaan rencana reaktivasi Bandara Ngloram oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Blora akan lakukan studi banding ke BandaraTrunojoyo di Sumenep, Madura.
Studi banding tersebut akan di lakukan di Bappeda Sumenep dan BandaraTrunojoyo, Sumenep yang akan dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai tanggal 27-28 Nopember2018, dipimpin oleh Sekda Blora dan diikuti oleh Bappeda, DPU PR, DINRUMKIMHUB, Bagian Tata Pemerintah, BagianUmum, Bidang-bidang dan Sekretariat Bappeda, serta dari Dewan Riset Daerah (DRD) Blora.
Baca: Wakil Bupati Blora Tinjau Pemagaran Bandara Ngloram
Baca juga: Beroperasi 2020, Pemkab Segera Lakukan Pembebasan Lahan Bandara ngloram

Kepala Dewan Riset Daerah (DRD) Blora, Djati Walujastono, yang juga anggota tim percepatan reaktivasi Bandara Ngloram mengatakan, tujuan studi banding ke Bappeda dan BandaraTrunojoyo Sumenep tersebut untuk menambah wawasan tentang persiapan pelaksanaan bandara.
”Studi banding ke Sumenep akan lebih mengoptimalkan perencanaan reaktifasi Bandara Ngloram, sehingga perlu kiranya pemkab belajar banyak dari Sumenep,” Jelas Djati Walujastono, Senin(26/11/2018)
Djati Walujastono menjelaskan studi banding ini sangat tepat, terlebih sejauh mana keterlibatan Pemkab Sumenep dalam penyusunan Master Plan (RIB), DED, Amdal Bandara Trunojoyo, serta dalam hal koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi JawaTimur, dalam hibah pembebasan tanah untuk perluasan bandara dan cara pembebasan lahan yang sudah atau akan dilakukan oleh Pemkab Sumenep.
“Kami perlu belajar banyak terkait pembangunan bandara sehingga perlu adanya studi banding agar pembangunan Badara Ngloram nantinya bisa berjalan secara maksimal,” tuturnya.
Pimilihan studi banding di wilayah Sumenep, lantaran Bandara Trunojoyo sama dengan Bandara Ngloram yang nantinya juga akan dikelola sebagai bandara nonkomersial, walaupun airliner-nya adalah komersial. Dengan harapan Pemkab Blora mendapatkan pengalaman dari Pemkab Sumenep.
“Bandara Trunojoyo Sumenep adalah Satkernya Bandara Ngloram Cepu, Blora, jadi Pemkab Blora disamping studi banding juga sekaligus koordinasi dengan Satker BandaraTrunojoyo.“ ujarnya.
Diberitakan sebelumnya saat ini proses reaktivasi Bandara Ngloram memasuki tahap persiapan. Pengerjaan fisik bandara baru membangun pagar keliling lahan Bandara Ngloram. Direncanakan pembangunan fisik sarana dan prasarana dalam rangka reaktivasi Bandara Ngloram akan dilakukan tahun depan. (teg/imm)












































.md.jpg)






