Cari Solusi, DKP Bertemu dengan PKL Alun-Alun Bojonegoro
Sabtu, 31 Oktober 2015 11:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro mengadakan pertemuan dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sekitar Alun-Alun Bojonegoro. Pertemuan ini berlangsung di Tribun Alun-Alun Bojonegoro mulai jam 09.00 WIB.
Pertemuan ini diikuti oleh 160 pedagang kaki lima yang kebanyakan berjualan makanan, minuman, jajanan, dan aneka mainan di sekitar Alun-Alun Bojonegoro. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris DKP Kabupaten Bojonegoro, Bowo Sasmito. “Pertemuan ini intinya untuk mencari solusi bersama mengenai usaha para pedagang kaki lima dan upaya untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan di sekitar alun-alun,” ujar Bowo Sasmito pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (31/10).
Menurut Bowo Sasmito, sebenarnya para pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Bojonegoro sudah terlalu banyak. Ia meminta kepada para PKL agar menjaga ketertiban dan kebersihan. Sekaligus, ia meminta agar tidak berjualan di dalam Alun-Alun Bojonegoro dan tidak ada lagi penambahan PKL di sekitar Alun-Alun Bojonegoro.
“Data yang ada di DKP Bojonegoro ini ada 110 PKL yang berjualan di sekitar Alun Alun Bojonegoro. Tetapi kenyataannya, jumlah PKL terus bertambah. Ini yang akan kita benahi lagi,” ujarnya.
Ia menyatakan, pihak DKP telah meminta kepada para PKL agar tidak menjadikan kawasan Alun-Alun Bojonegoro seperti pasar. Para pedagang kaki lima tetap boleh mengais rezeki, namun jangan di kawasan Alun-Alun Bojonegoro. Sebab, banyak pula masyarakat yang mengeluhkan keberadaan PKL yang terkadang semrawut dan terkesan kurang bersih. (mol/kik)
Ilustrasi www.wonosobozone.com































.md.jpg)






