Perlintasan Kereta Api
Penjaga Jalan Lintasan Bekerja, Pelintas Rel Mengaku Lega
Senin, 02 November 2015 14:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Sumberrejo - Para penjaga jalan lintasan rel kereta api dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro sudah mulai bertugas sejak Minggu (01/11) kemarin. Sesuai Surat Perintah Kerja yang ditandatangani, mereka berjaga palang pintu di tujuh jalan lintasan. Tugasnya adalah memberi tanda akan lewatnya kereta api, sekaligus membuka tutup palang pintu tersebut.
Dari pantauan beritabojonegoro.com di perlintasan kereta api Desa Talun, Kecamatan Sumberejo, sudah terlihat dua petugas jalan lintasan mengenakan seragam Dishub. Saat bekerja keduanya sudah cukup cekatan menggunakan peralatan kerja seperti peluit dan mengoperasikan palang pintu elektrik. Seperti yang terlihat Selasa (02/11) pagi tadi.
Kurang lebih, lima belas menit sebelum kereta lewat, mereka sudah mulai menyalakan sirene dan menutup palang pintu. Para pelintas cukup sabar menunggu kereta lewat. Sesekali satu penjaga meniup-niup peluit. Mungkin itu sebagai wujud kehati-hatian para petugas sesuai materi bimbingan teknis yang diterima pada 12-13 Oktober lalu.
"Kami sudah mulai bertugas sejak kemarin (01/11), Mas. Meskipun kemarin baru pengambilan seragam dan penandatangan Surat Perintah Kerja. Awalnya kami sempat tegang juga Mas. Tapi karena sudah dibekali materi tentang lintasan perkeretaapian, kami berdua cukup mudah praktik di lapangan," tutur Kasiful (40), salah seorang penjaga jalan lintasan di Desa Talun, saat ditemui BBC di Pos Jaganya.
Kasiful menjelaskan, petugas yang menjaga palang pintu lintasan rel di Desa Talun ada 8 orang. Jam kerjanya pakai sistim shift. Setiap shift ada dua petugas jaga, selama 8 jam kerja.
"Dalam sehari ada 6 petugas yang kerja, sementara 2 lainnya libur. Nanti jadwalnya gantian, Mas. Kalau pagi jam jaga mulai pukul 06.00 WIB," tambahnya.
Mulai bertugasnya penjaga jalan lintasan disambut gembira warga masyarakat pelintas rel. Seperti yang diungkapkan Sumaji (38), warga Desa Talun yang tiap hari melintas rel di lintasan tersebut. Pria yang keseharian berprofesi sebagai tukang ojek itu mengaku senang dengan beroperasinya palang pintu dan penjaga.
"Paling tidak, saya sekarang merasa aman setiap akan melintas rel di Talun ini. Biasanya kalau mau melintas selalu khawatir, dan tengak-tengok, sekarang lega. Meskipun harus lama menunggu kereta lewat, tidak apa-apa, yang penting selamat, Mas. Semoga adanya petugas palang pintu ini bisa mengurangi angka kecelakaan tertabrak kereta api," ujarnya.
Seperti diketahui, mulai November ini Dishub Bojonegoro mulai mengoperasikan tujuh palang pintu di Desa Sraturejo (Baureno), Desa Medalem dan Talun (Sumberrejo), Jalan Panglima Polim (Bojonegoro), Desa Kalipang dan Pungpungan (Kalitidu) dan di Desa Beged (Gayam). Setiap palang pintu ada 8 petugas yang akan menjaga bergantian secara shift.
"Petugas jaga itu diambil dari warga lokal, pilihan kepala desa setempat. Penjaga yang dipilih harus sehat fisik dan non fisik, tidak tuli serta tidak buta warna. Kemarin mereka sudah dibekali materi keselamatan lalu lintas dan perkeretaapian, juga dilatih cara penggunaan peralatan kerja," ujar Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro Iskandar, beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, honor para penjaga jalan lintasan diambilkan dari anggaran P-APBD 2015. Mereka setiap bulan akan menerima honor sebesar Rp 1 juta setiap orang. "Saat ini masih uji coba, mereka didampingi petugas Dishub dan dipantau juga melalui CCTV," pungkasnya. (nam/tap)
*) Foto jalan lintasan di desa talun sumberrejo































.md.jpg)






