Pemkab Blora Gelar Sarasehan Pengelolaan Desa Wisata Gerabah dan Keramik
Jumat, 24 Mei 2019 19:00 WIBOleh Priyo SPd Editor: Imam Nurcahyo
Blora - Pengembangan Desa Wisata berbasis Gerabah dan Keramik di Kabupaten Blora Jawa Tengah mulai menampakkan geliatnya. Antara lain yang terlihat di Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, yang memang sudah terkenal akan kerajinan gerabah dan keramik sejak lama.
Guna meningkatkan pengelolaan potensi wisata gerabah dan keramik di Kabupaten Blora, Pemerintah Kabupaten Blora yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Minyak Banyu Urip, pada Jumat (24/05/2019) menggelar Sarasehan Pengelolaan Desa Wisata di Griya Keramik Blora.
Dalam kegiatan sarasehan tesebut, dihadiri sekitar 50 orang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Blora, yang sebelumnya telah melaksanakan studi banding ke Pengrajin Gerabah di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro.
Sarasehan Pengelolaan Desa Wisata Griya Keramik Blora yang digelar Pemerintah Kabupaten Blora dan didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Jumat (24/05/2019).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora, Slamet Pamuji, yang hadir pada kegiatan Sarasehan Pengelolaan Desa Wisata di Griya Keramik Blora, mengatakan bahwa Desa Balong memiliki potensi wisata yang besar, khususnya dari produk kerajinan gerabah dan keramik, yang telah menjadi ciri khas daerah ini.
"Hal ini patut dijadikan peluang, salah satunya lewat pengembangan desa wisata, sebab sentra keramik dan gerabah ada di sini ,” ujar Slamet Pamuji, Jumat (24/05/2019).
Slamet menyampaikan bahwa meskipun Blora tidak memiliki kekayaan alam seperti gunung maupun laut, tapi produk gerabah dan keramik asli Blora dapat berpotensi besar untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan lewat desa wisata.
"Terima kasih kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Minyak Banyu Urip, yang turut mendukung terlaksananya acara ini. Dan ikut dalam pengembangan rumah keramik yang ada di Balong," tutur Mumuk, sapaan akrab Slamet Pamudji.
Camat Jepon, Ani Kumalasari mengatakan, salah satu indikasi sebuah desa menjadi desa wisata adalah tingginya jumlah pengunjung yang menjadikan desa sebagai lokasi wisata.
"Ini dapat tercapai karena Balong sudah memiliki produk yang siap dan juga SDM yang memiliki semangat tinggi,” tutur Camat Jepon, Ani Kumalasari.
Selain itu acara juga diisi oleh Fransisca Callista, yang merupakan inisiator Pasar Papringan di Temanggung. Ia menyampaikan pengalamannya dalam memanfaatkan potensi alam sekitar untuk memajukan desa wisata.
Sementara Public & Government Affairs EMCL, Hasti Asih menyampaikan bahwa dukungan EMCL melalui program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan di Blora.
“Semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan daya tarik Desa Balong sebagai destinasi wisata keramik di Jawa Tengah,” tuturnya.
Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini semakin istimewa setelah mendapatkan program pengembangan desa wisata berbasis kerajinan keramik yang yang difasilitasi Ademos atas prakarsa SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Diawali dengan membuka wisata edukasi keramik, kini Desa Balong juga mengemas potensi genting pres dan batu bata ekspose yang menjadi wisata edukasi. (teg/imm)