News Ticker
  • Ratusan Relawan Kelas Inspirasi Lintas Daerah Hingga Mancanegara Siap Semangati 804 Siswa di Bubulan
  • Sabet 288 Poin, Kalimantan Timur Raih Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026
  • 21 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Jatuh dan Terlindas Truk, Pemotor di Kapas, Bojonegoro Luka Berat
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 September 2026
  • Tabrak Bak Belakang Truk, Pemotor di Kedungadem, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • EMCL dan Pemangku Kepentingan di Bojonegoro Jalin Silaturahmi Lewat Sepak Bola Persahabatan
  • Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Dekranasda Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Bidik Pasar Internasional
  • Marak Isu Produk Abal-Abal, Ini Poin Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
  • Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, 901 Pelajar Bojonegoro Ikuti Temu Gladi PMR
  • Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas
  • Jelang Liga 3 Nusantara, Pemkab Bojonegoro Tampung Aspirasi Suporter dan Siap Dukung Persibo
  • 19 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 19 September 2026 di Bojonegoro
  • Wihadi Wiyanto Jabat Presiden Klub Persibo, Targetkan Lolos ke Liga 2
  • 4 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Kos-kosan Satpol PP Bojonegoro
  • Godok Raperda CSR, Pemkab dan Bapemperda DPRD Bojonegoro Selaraskan 10 Bidang Program Pertanggungjawaban Perusahaan
  • Tingkatkan Kapasitas Pelaku IKM Gerabah Rendeng, Pemkab Bojonegoro Dorong Inovasi dan Estetika Keramik Batik
  • Produk Kerajinan Tangan Karya Perempuan Bojonegoro Pikat Pengunjung Lokakarya Media Jabanusa di Yogyakarta
  • Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita
  • Gali Potensi Sejarah Lokal, Disbudpar Bojonegoro Gelar Lomba Esai Sejarah Desa Berhadiah Rp10 Juta
  • DKPP Bojonegoro Targetkan Pembangunan 27.500 Meter Jalan Usaha Tani untuk Dorong Efisiensi Pertanian
  • SKK Migas Jabanusa Gelar Lokakarya Media 2026, Dorong Kemandirian Berkelanjutan Masyarakat
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Bojonegoro Berdayakan Ekonomi Industri Kreatif dan UMKM

Ekonomi Industri Kreatif dan UMKM

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Bojonegoro Berdayakan Ekonomi Industri Kreatif dan UMKM

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya meningkatkan pertumuhan ekonomi melalui pemberdayaan dan peningkatan Ekonomi Industri Kreatif serta Usaha Kecil, Menengah dan Mikro (UMKM) dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.
 
Guna merealisasikan hal tersebut, Pemkab Bojonegoro, melalui Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bojonegoro, bersama perwakilan pelaku UKM Galeri Bojonegoro dan KDS Supermarket Bojonegoro, pada Rabu (19/06/2019) malam, bertempat di KDS Supermarket lakukan penandatanganan kerjasama dalam hal pemasaran produk-produk Industri Kreatif dan UMKM Kabupaten Bojonegoro.
 
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi SKm MKes MPh; perwakilan pelaku UKM Galeri Bojonegoro, Herny Trias Ambar Sesanti SPd SIP; dan dari KDS Supermarket Bojonegoro, yang diwakili Titus  Willy Goenadi dan Ary S Wibowo.
 
 
 

Sejumlah produk Industri Kreatif dan UMKM Kabupaten Bojonegoro telah dipasarkan di KDS Supermarket Bojonegoro.

 
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi SKm MKes MPh kepada awak media ini pada Kamis (20/06/2019) pagi menuturkan bahwa perlu diketahui, sejak menjadi daerah penghasil minyak, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dengan migas melambung tinggi, bahkan pernah mencapai di atas 21 persen di tahun 2016 dan 2017, sementara di tahun 2018, mencapai di atas 10 persen.
 
"Kondisi tersebut sejatinya tidak menunjukkan kondisi ekonomi Bojonegoro yang sesungguhnya," kata Rahmat Junaidi.
 
Rahmat Junaidi menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bojonegoro tanpa memasukkan migas, di tahun 2014 adalah sebesar 6,19 persen, di tahun 2015, turun menjadi 5,7 persen. Selanjutnya tahun 2016 turun lagi menjadi 5,59 persen, di tahun 2017 turun lagi menjadi 5,07 persen, dan di tahun 2018 sebesar 5,61 persen.
 
"Jika dikaji dengan tanpa memasukkan migas, pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro cenderung terus mengalami penurunan dan pada 2018 sedikit menggalami kenaikan. Karena yang real adalah ekonomi kerakyatan yang berasal dari inovasi dan kreasi serta budaya Bojonegoro, dimana sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi non migas masih dibawah 6 persen," katanya
 
Untuk itulah, lanjut Rahmat Junaidi, untuk mendukung dan menjembatani pemasaran produk-produk Industri Kreatif dan UMKM Kabupaten Bojonegoro dengan pengusaha besar, pihaknya mendorong pengusaha ritel besar aau toko modern di Bojonegoro agar mau menerima produk-produk industri kreatif dan usaha kecil, dan memberi kesempatan untuk berjualan dengan fasilitasi penuh dalam bentuk kerjasama yang profesional, salah satunya dengan KDS Supermarket Bojonegoro.
 
"Semua produk usaha kecil dan industri kreatif Bojonegoro yang telah memenuhi standar dan persyaratan, bisa dijual atau dipasarkan di KDS Bojonegoro. Di sisi lain, pelaku usaha kecil dan industri kreatif juga harus meningkatkan mutu," katanya mengimbuhkan.
 
Rahmat Junaidi menambahkan, bahwa melalui inisiasi DPRD Kabupaten Bojonegoro bersama Pemkab Bojonegoro, saat ini telah disusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pengembangan Usaha kecil dan industri kreatif di Kabupaten Bojonegoro.
 
"Saat ini sedang dilakukan eksaminasi di Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Rahmat Junaidi.
 
 
Secara terpisah, pimpinan KDS Supermarket Bojonegoro, Titus  Willy Goenadi, kepada awak media ini  menuturkan bahwa pada dasarnya pihaknya siap mendukung program Pemkab Bojonegoro dalam hal pemasaran produk-produk Industri Kreatif dan UMKM Kabupaten Bojonegoro.
 
Hanya saja, menurut Willy, pemerintah dan asosiasi juga harus melakukan seleksi dan verifikasi terkait produk maupun kemasan, dari para pelaku usaha Industri Kreatif dan UMKM tersebut, seperti dalam hal perijinan dan sertifikasi produk-produk tesebut.
 
"Harapan kami, semua produk yang akan dipasarkan melalui KDS, telah dilakukan seleksi dan verifikasi terkait perijinan dan sertifikasinya. Jangan sampai nantinya, produk yang dipasarkan belum memenuhi standart yang dipersyaratkan," kata Titus  Willy.
 
Sementara, berdasarkan data yang dihimpun media ini dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, bahwa di Kabupaten Bojonegoro, pada akhir Pebriuari 2019, terdapat 16 sektor industri kretif, dengan jumlah unit usaha sebanyak 13.598 unit.
Dari jumlah tersebut 90,14 persen didominasi oleh industri kriya (kerajinan), yaitu sebanayak 6.478 unit atau 47,64 persen, dan kuliner sebanyak 5.780 unit, atau 42,50 persen. Baru kemudia disusul oleh industri fesyen atau busana, sebanyak 1.193 unit, atau sebesar 8,77 persen dan sisanya sebesar 1 persen terdiri dari sejumlah unit usaha. (red/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Bagi yang menghabiskan lebih dari satu dekade menanti gencatan senjata Gallagher Bersaudara namun kurang beruntung disambangi oleh tur mereka pada ...

1789966493.6985 at start, 1789966494.775 at end, 1.0765480995178 sec elapsed