Kembali, Puting Beliung Robohkan Satu Rumah di Ngambon
Kamis, 05 November 2015 12:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Ngambon - Angin puting beliung kembali memakan korban. Setelah Minggu (01/11) lalu memporak-porandakan ratusan rumah di Desa Butoh dan Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, kini giliran Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, yang jadi sasaran.
Kejadiannya Rabu (04/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Angin puting beliung menerjang dan merobohkan rumah milik Sutaji (35), warga Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon.
Beruntung rumah itu belum sempat ditinggali, karena rumah berbahan kayu jati itu baru saja jadi. Gentengnya saja juga belum genap. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam terjangan puting beliung sore itu. Namun kerugian materi yang diderita Sutaji mencapai Rp 20 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Andik Sujarwo mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai bila terjadi angin kencang. Memasuki pergantian musim kemarau ke musim hujan, menyebabkan adanya perbedaan tekanan udara cukup tinggi. Akibatnya akan muncul pusaran angin yang semakin lama terus membesar menjadi angin puting beliung.
"Kejadian rumah roboh di Ngambon itu menambah korban akibat puting beliung. Beberapa hari lalu terjadi di wilayah Ngasem," ujarnya.
Angin puting beliung adalah angin berputar yang memiliki kecepatan sangat tinggi mencapai 63 kilometer per jam. Angin ini bergerak dengan garis lurus, kejadiannya maksimum 5 menit.
Tanda-tandanya biasanya diawali adanya gumpalan awan putih menjulang tinggi pada siang hari. Kemudian tiba-tiba berubah menjadi gelap, bergulung-gulung. Kalau bertemu muncul angin cepat kecil yang kemudian berputar menjadi besar.
Kalau melihat situasi demikian masyarakat perlu waspada. Ketika angin mulai menerjang bersiap-siaplah untuk keluar rumah. Kejadiannya itu sangat singkat. Datangnya biasanya diawali suara gemuruh.
Kalau di dalam rumah dikhawatirkan akan tertimpa reruntuhan. Lebih baik menjauh dari rumah lalu tiarap pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan.
Hati hati terhadap benda-benda yang diterbangkan angin puting beliung. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius. (ver/tap)
*) Ilustrasi dari viva.co.id































.md.jpg)






