Bojonegoro Catat Rekor MURI, untuk Flash Mob Penyandang Disabilitas Rungu Terbanyak
Minggu, 29 September 2019 13:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) ke II Tahun 2019, tingkat Provinsi Jawa Timur, digelar pada Minggu (29/09/2019) di Jalan Mas Tumapel, depan Pendapa Pemkab Bojonegoro.
Sejumlah kegiatan turut meramaikan acara terebut dan dalam kegiaan tersebut Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengesahkan atau mencatat rekor baru, berupa Flash Mob oleh Penyandang Disabilitas Rungu Terbanyak, yaitu 772 peserta.
Perwakilan dari MURI, Wida, saat beri sambutan dalam penganugerahan Rekor MURI, untuk Flash Mob Penyandang Disabilitas Rungu dengan Jumlah Peserta Terbanyak. Minggu (29/09/2019)
Perwakilan dari MURI, Wida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangkaian peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) tahun 2019, yang digelar di Bojonegoro tersebut, berbagai kegiatan dan prestasi ditunjukkan oleh teman-teman tuli atau penyandang disabilitas rungu.
"Teman-teman yang mempunyai keistimewaan, yang belum tentu kita yang sempurna bisa seperti teman teman kita berkebutuhan tersebut," tuturnya.
Wida menuturkan bahwa kali ini MURI kembali ke Bojonegoro untuk mencatat prestasi yang luar biasa dan membanggakan. Menurutnya, MURI bukan kali pertama datang ke Bojonegoro, karena sebelumnya sudah 10 rekor yang dicatat Bojonegoro, yaitu Ledre Terpanjang, Ruwatan Masal, Pelayanan KB Implan Terbanyak, Senam Lantas Peserta Terbanyak, Pelatihan Pemeriksaan Mata Dasar Terbanyak, Peluncuran Senam Anti Korupsi Terbanyak. Dan yang terbaru kemarin, Pagelaran Tari Thengul Peserta Terbanyak dan Sajian Sego Buwohan Terbanyak.
"Kali Ini, Flash Mob Penyandang Disabilitas Rungu dengan Jumlah Peserta Terbanyak, yaitu 772 orang," tuturnya.
Sebanyak 772 penyandang disabilitas rungu saat catat rekor baru, Flash Mob Penyandang Disabilitas Rungu Terbanyak, di Bojonegoro. Minggu (29/09/2019)
Wida juga menyampaikan, bahwa sebenarnya MURI tidak hanya mencatat rekor-rekor dari orang-orang yang mepunyai kesempurnaan, namun ada beberapa rekor juga yang berhubungan dengan tuna rungu, yaitu Grup Reog Dengan Anggota Tuna Rungu Wicara dari SLB Sragen, kemudain ada Tuna Rungu Pelukis Sketsa Wajah Terbanyak, 100 lukisan dalam waktu 6 jam, kemudian Paggelaran Musik Anglung Oleh Anak-Anak Tuna Rungu Wicara, juga dari SLB Sragen.
"Semoga dengan rekor yang kami sampaikan ini akan menginspirasi teman-teman tuna rungu yang hadir di sini, agar
untuk selanjutnya dapat menunjukkan karsa, karya dan prestasi terbaiknya, sehingga bisa kita catat sejarah yang menginspirasi masyarakat Indonesia." tutur Wida.
Sebanyak 772 penyandang disabilitas rungu saat catat rekor baru, Flash Mob Penyandang Disabilitas Rungu Terbanyak, di Bojonegoro. Minggu (29/09/2019)
Selanjutnya, mewakili ketua MURI, Wida mengesahkan bahwa kegiatan Flash Mob yang dilaksanakan oleh 772 Penyandang Disabilitas Rungi di Bojonegoro, resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
"Sebagai bukti tercatanya prestasi ini, akan kami anugerahkan piagam penghargaan kepada pemrakarsa, yaitu Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dan penyelenggara yaitu Pemkab Bojonegoro," tuturnya.
Setelah memberikan sambutan, dilakukan penyerahan Piagam MURI kepada Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah dan buku rekor muri kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabet SP, yang dilanjutkan dengan foto bersama. (red/imm)