Daftar Tunggu Haji di Bojonegoro Sudah Capai 20 Tahun
Senin, 09 November 2015 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Warga yang ingin pergi haji lewat Kabupaten Bojonegoro, harus semakin bersabar. Sebab, mulai Desember depan, daftar tunggu haji di Kabupaten Bojonegoro akan mencapai 20 tahun. Artinya, bagi mereka yang mendaftar haji pada Desember 2015 nanti, maka akan mendapat jadwal berangkat tahun 2035.
Meski demikian, lamanya daftar tunggu tidak menyurutkan minat warga Bojonegoro mendaftar berangkat haji. Tiap hari berkisar 10-20 orang mendaftar naik haji.
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama di Bojonegoro Wakhid Priyono, mengatakan, daftar tunggu haji di Bojonegoro cenderung terus meningkat. Untuk pendaftar hingga akhir Oktober ini, baru terlaksana berangkat haji pada 2034 atau sekitar 19 tahun.
"Sementara, kalau daftar bulan Desember depan, daftar tunggunya sudah 20 tahun, Mas. Makanya segera daftar haji mumpung masih muda, sehingga masih ada waktu untuk mengantri," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Senin (09/11).
Wakhid memperkirakan, jumlah calon haji yang masuk daftar tunggu di daerahnya saat ini mencapai lebih 20 ribu pendaftar. Mereka mendaftar melalui sejumlah bank dengan bayar uang muka untuk mendapatkan kursi kuota sebesar Rp 25 juta per orang.
"Kuota untuk Bojonegoro itu antara 600-800 calon jamaah haji per tahun. Tahun 2016 mendatang saja jumlahnya hanya 680 calon jamaah haji. Kalau dihitung kasaran berarti jadwal keberangkatan yang mendaftar sekarang bisa menunggu 19-20 tahun," terangnya.
Wahid menambahkan, pemberangkatan calon jamaah haji tahun 2016, untuk kloter Bojonegoro diperkirakan jumlahnya 680 calon jamaah haji. Data ini yang sudah turun dari Kanwil Kemenag Jawa Timur. "Namun ada kemungkinan jumlah itu berubah, soalnya ada penambahan sedikit dibanding tahun 2015," ujarnya.
Dia juga menyebut, rencananya hari Kamis, 12 November 2015, calon jamaah haji yang akan berangkat pada 2016, akan dikumpulkan di aula Kemenag Bojonegoro. Mereka akan diberi imbauan dan dilakukan pemberkasan awal terkait perlengkapan surat-surat.
"Ya, seperti data KTP, KK, lembar merah bukti setoran awal. Semua itu akan kami setorkan ke Jakarta untuk mendapatkan elektrik haji," terangnya. (mol/tap)
*) Foto tempo.co































.md.jpg)






