Hujan Turun, Warga Ngeper Masih Kesulitan Air Bersih
Senin, 09 November 2015 18:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Padangan - Mulai awal November, sejumlah wilayah Bojonegoro sudah diguyur hujan. Turunnya hujan sedikit memberi keteduhan di tengah suhu panas tinggi yang hampir lima bulan melanda.
Namun turunnya hujan itu tidak lantas membuat sebagian warga Bojonegoro terbebas dari kekeringan. Masih ada wilayah Bojonegoro yang kekeurangan air bersih. Seperti di Desa Ngeper, Kecamatan Padangan. Sumber air utama warga desa, saat ini masih tergantung kiriman mobil tangki yang tiap malam datang.
Seorang warga Desa Ngeper, Basari (30), mengatakan, sumber air di desanya belum bisa memancar. Termasuk pipa PDAM juga urung menyalurkan air. Hal ini membuatnya kesulitan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Agar mempunyai stok air, lanjut dia, rata-rata warga menyimpan air dalam ember atau drum pada malam hari. Sehingga dapat digunakan pada keesokan hari.
"Saya saja kalau mandi harus ke Cepu. Karena kalau di sini ada air, mending digunakan untuk masak. Kebetulan sehari-hari memang kerja di sana," lanjut pemuda berkulit kuning langsat itu.
Kepada beritabojonegoro.com (BBC), dia menambahkan, kesulitan air di daerahnya sudah terjadi dari waktu ke waktu. Berbagai upaya pernah dilakukan untuk mengatasinya. Di antaranya adalah mengebor beberapa titik sumber yang memungkinkan dapat memancarkan air. Hanya saja hal ini dirasanya belum efektif.
Kondisi kekurangan air bersih juga masih dialami warga sejumlah desa di Kecamatan Purwosari. Terutama wilayah desa yang turut Jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Purwosari-Tambakrejo, seperti Desa Gapluk, Kuniran dan Kalisumber.
"Meskipun beberapa kali sudah turun hujan, sumber air masih saja kering. Sekarang pun belum bisa keluar airnya. Jadi kita masih sulit mendapatkan air bersih," tutur Novi Tustikara, warga Desa Gapluk. (rul/tap)
*) Foto seorang ibu di desa ngeper sedang mengambil air































.md.jpg)






