Antisipasi Angin Kencang, Pohon Tua Rawan Roboh Ditebang
Kamis, 12 November 2015 08:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro memangkas pohon-pohon tua di wilayah Kota Bojonegoro. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi robohnya pohon saat awal musim hujan ini. Selama dua pekan ini, hujan deras disertai angin kencang sering melanda wilayah Bojonegoro dan mengakibatkan pohon-pohon besar roboh.
"Kita tebang pohon-pohon tua dan membersihkan ranting-ranting pohon yang ada di sekitar Bojonegoro, supaya jika terjadi hujan disertai angin tidak sampai ada pohon yang tumbang dan ranting yang jatuh sehingga bisa membahayakan pengendara," ujar Kabid Pertamanan dan Keindahan Dinas Kebersihan, Bojonegoro Fatoni, Kamis (12/11).
Petugas DKP melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang umurnya sudah tua dengan memakai gergaji mesin. Petugas memotong batang, dahan, dan ranting kering yang berada di kanan-kiri jalan sekitar wilayah Kota Bojonegoro. Petugas juga menggunakan dump truk untuk menebang dahan yang berada di pucuk pohon.
"Beberapa hari terakhir terjadi hujan disertai angin kencang hingga menyebabkan sejumlah pohon di beberapa kecamatan tumbang," paparnya.
Pohon yang dipangkas itu seperti pohon trembesi, pohon sonokeling, dan pohon asem yang sudah berumur puluhan tahun. Sayangnya, pemangkasan itu hanya dilakukan di sekitar wilayah Kota Bojonegoro. Padahal, beberapa hari terakhir pohon yang tumbang terjadi di beberapa kecamatan seperti Kepohbaru, Dander dan Balen.
"Sebenarnya kita ingin melakukan pemangkasan hingga ke perdesaan, tetapi petugas kita terbatas. Mungki tahun depan kita menyasar sampai ke pelosok-pelosok," kilahnya.
Sementara itu, menurut Jaswadi, 36, warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, mengatakan, di sepanjang jalur Bojonegoro-Cepu dan Bojonegoro-Ngawi ada ribuan pohon tua yang berada di kiri dan kanan jalan. Pohon yang berada di pinggir jalan itu rawan ambruk selain karena umurnya tua, juga sering dipaku dan dipasangi reklame dan papan nama secara sembarangan.
"Kalau tidak ditebang sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas bila sewaktu-waktu roboh. Apalagi akhir-akhir ini wilayah Bojonegoro sering dilanda angin kencang," ungkapnya. (mol/kik)































.md.jpg)






