BPBD Bojonegoro
Meskipun Hujan Turun, Tetap Waspadai Kebakaran
Senin, 16 November 2015 20:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Selain Puting Beliung, ancaman kebakaran juga perlu diwaspadai. Sebab, meski sudah memasuki musim penghujan musibah kebakaran masih terjadi. Apalagi, suhu udara masih tetap panas dan angin bertiup kencang. Terakhir, kebakaran menimpa satu rumah warga di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Minggu (15/11) sore kemarin.
Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, mayoritas faktor kebakaran disebabkan oleh human eror atau kesalahan manusia. "Hampir 99 persen, terjadinya bencana kebakaran karena faktor kelalaian manusia," ucapnya, Senin (16/11).
Pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pencegahan bencana kebakaran. Terutama bila hendak keluar rumah untuk memastikan kompor atau perapian lainnya sudah dalam kondisi mati. Kemudian memperhatikan jaringan listrik.
Bila terjadi kebakaran, Sukirno menghimbau, agar tidak panik. Gunakan benda sekitar seperti air, karung goni basah atau selimut basah untuk memadamkan api.
Hal ini perlu dipahami karena mobil pemadam kebakaran itu butuh waktu untuk menuju lokasi kebakaran. Rata-rata butuh waktu sekitar 15 menit untuk jarak tempuh 7,5 kilometer. Padahal dalam kurun waktu 15 menit itu api sudah mampu menjalar dengan cepat.
"Waktu terjadi kebakaran hingga 15 menit, api sudah pada titik puncak. Sehingga ketika mobil Damkar tiba di lokasi, api sudah melahap semuanya," terang Sukirno.
Dia menambahkan, ada tiga hal yang memicu api cepat menjadi besar. Tiga hal itu biasa disebut unsur segitiga, yakni api, media yang dibakar dan oksigen. "Bila salah satunya dihilangkan, maka api tidak akan menjadi besar," pungkasnya. (ver/tap)
*) Foto dari lensaindonesia.com












































.md.jpg)






