Senam Anti Korupsi di Bojonegoro Pecahkan Rekor MURI
Jumat, 20 November 2015 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Sesuai target awal, kegiatan senam massal anti korupsi yang digelar di lapangan Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro, Jumat (20/11) pagi, berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI). Pemecahan Rekor terjadi setelah diketahui Bojonegoro menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menggelar senam anti korupsi. Bahkan jumlah pesertanya mencapai 100 ribu murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Bojonegoro.
Pemecahan rekor senam anti korupsi ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan dari MURI oleh Manager MURI Sri Widayati SE dan wakilnya, Ariyani Siregar SH. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan piagam kepada Wakil Bupati Bojonegoro, Dinas Pendidikan dan Panitia penyelenggara senam anti korupsi.
Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menyampaikan, senam anti korupsi ini sebuah prestasi yang harus dihargai. Karena menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menggelar senam anti korupsi. Dengan senam ini diharapkan akan menjadi pintu masuk bagi KPK melakukan pendidikan anti korupsi sejak dini kepada anak-anak.
Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Setyo Hartono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ucapan terima kasih kepada perwakilan KPK yang telah hadir dan kepada semua pihak yang telah berkerjasama menyelenggarakan senam massal anti korupsi.
Wakil Bupati juga mengajak kepala sekolah, guru dan anak didik, untuk bersikap, berbuat dan berlaku jujur. Jauhkan pikiran dan tindakan untuk berbuat korupsi. Sebab, ada tiga hal dampak negatif yang sangat prinsip dari berbuat korupsi.
"Pertama, korupsi membuat rakyat menderita. Kedua adalah hasil korupsi tidak membawa berkah. dan, yang ketiga, hasil korupsi tidak membuat hidup kita nyaman dan serasa dikejar-kejar dosa yang kita perbuat," jelas Wabup.
Ketua Penyelenggara Senam Anti Korupsi, Sukarni, menyampaikan, kegiatan senam ini diciptakan anak-anak dan guru di Bojonegoro dengan perpaduan kebudayaan khas Bojonegoro. Esensi senam antara lain mengajari generasi muda Bojonegoro untuk tidak melakukan sesuatu yang mengarah pada tindakan korupsi, mulai dari diri sendiri.
"Salah satu hal sederhana adalah tidak mengambil sesuatu yang memang bukan hak milik kita," ujarnya.
Dia menyebutkan, peserta senam anti korupsi mencapai 100 ribu peserta. Rinciannya, sekitar 4.500 peserta melakukan senam di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro. Sedangkan sisanya 95.500 siswa senam di seluruh wilayah Bojonegoro mulai jenjang TK dan SD. (mol/tap)































.md.jpg)






