News Ticker
  • Branding Wisata Lewat Lagu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar Grand Final Cipta Jingle Geopark di Kayangan Api
  • Kenali Pemicu dan Tahapan Stadium Kanker Usus Besar sejak Dini
  • Disperinaker Bojonegoro Buka Akses Tiga Ribu Lowongan Kerja Lewat Media Sosial Resmi
  • Pemprov Jatim dan BPS Matangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai Fondasi Kebijakan Satu Dekade
  • Kemeriahan Jalan Santai HUT PMI ke-163 di Bojonegoro Perkuat Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro Hari Ini 24 Mei 2026
  • Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu
  • Band Lokal Hangatkan Panggung Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro Sebelum Ungu Naik Panggung
  • Bahaya Pijat Cedera Tulang, Dokter RSUD Sumberrejo Ingatkan Pentingnya Penanganan Medis
  • Keseruan Final Lomba Senam PGRI Bojonegoro, Momentum Perkuat Solidaritas Guru Perempuan
  • Angka Pengangguran Jawa Timur Menyusut hingga 3,55 Persen
  • HUT ke-30 Bank Daerah Bojonegoro Beri Bantuan Modal Pedagang Kembang Setaman
  • Tabrakan Vario Vs Smash di Jalan PUK Sugihwaras – Balen, Bojonegoro, Satu Orang Meninggal
  • TP PKK Sugihwaras Kampanyekan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jadi Berkah
  • Disdukcapil Bojonegoro Rekam KTP-el Penyandang Disabilitas di Sekar
  • 23 Mei dalam Sejarah
  • PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
  • Industri Migas Berdampingan dengan Pertanian, Bojonegoro Kokohkan Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jatim
  • Beroperasi Sejak September 2025, Pengoplos LPG 3 Kg di Kapas Diringkus Polres Bojonegoro
  • BPOM Ungkap 22 Produk Berbahaya Picu Stroke dan Ginjal Rusak, Ini Rinciannya
  • Kolom Abu Setinggi Satu Kilometer Keluar dari Kawah Gunung Semeru Jumat Pagi
  • Uji Konsekuensi Informasi Publik, Pemkab Bojonegoro Kaji Aturan Data Rahasia
  • Band Ungu Bakal Tampil di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Sabtu 23 Mei 2026
  • PMI Bojonegoro Gelar Jalan Sehat Bareng Bupati Peringati Hari Palang Merah Sedunia, Ayo Ikutan
Agar Populasi Ternak di Bojonegoro Meningkat, Bupati Minta Sapi Betina Jangan Dipotong

Agar Populasi Ternak di Bojonegoro Meningkat, Bupati Minta Sapi Betina Jangan Dipotong

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, didampingi Pejabat (Pj) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, drh Catur Rahayu K MSi, pada Senin (13/07/2020) kembali lakukan kunjungan lapangan sekaligus pembinaan kelompok ternak dan perikanan di Desa Jono Kecamatan Temayang.
 
 
Pada kesempatan tersebut Bupati berpesan bahwa untuk meningkatkan populasi ternak khususnya sapi, agar sapi-sapi betina tidak dipotong. Menurutnya, biasanya di jagal-jagal atau rumah pemotongan hewan lebih suka sapi betina karena harganya sedikit lebih murah, namun menurut Bupati, kalau sapi betina dipotong, sapi jantan tidak dapat beranak atau berkembangbiak.
 
"Jadi saya berpesan kepada jagal atau rumah pemotongan hewan dan para pemilik sapi, untuk sapi betina jangan dijual atau dipotong, karena kalau dijual untuk dipotong nantinya tidak dapat berkembangbiak." kata Bupati Anna Muawanah.
 
Bupati menyampaikan bahwa dalam usaha kelompok, biasanya kalau usaha baru rintisan itu guyup, namun kalau tidak diatur secara menajemen yang baik, lama kelamaan akan terjadi ketegangan.
 
"Kita harapkan di sini tidak ada." tutur Bupati.
 
 

Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, saat beri sambutan dalam pembinaan kelompok ternak dan perikanan di Desa Jono Kecamatan Temayang Bojonegoro. Senin (13/07/2020)

 
Bupati menjelaskan bahwa dirinya sengaja melakukan kunjungan lapangan dengan harapan bisa mengetahui berbagai hal yang terjadi di desa, sekaligus untuk melihat potensi-potensi yang ada di desa, sehingga dengan mengetahui berbagai hal yang ada atau terjadi di desa, nantinya bisa dipergunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan.
 
"Saya ingin langsung ke lapangan dan jika ada yang kurang saya tau, contohnya tadi damen (jerami) tidak difermentasi. Sayang jika di fermentasi. Kalau difermentasi gizi lebih banyak dan jeraminya juga tahan lama." kata Bupati Anna Muawanah.
 
Bupati mengungkapkan bahwa salah satu keunikan kelompok ternak khususnya sapi atau kambing, tidak tergantung dengan pakan pabrikan, namun kalau unggas dan ikan, tergantung pada pabrikan. Tapi kalau ternak sapi pakannya bisa dari janggel, dari batang jagung (tebon), dari singkong yang tidak laku bisa dibuat pakan dan dari dedaunan jua bisa. Sementara untuk konsentratnya misalnya bisa menggunakan dedek dicampur ampas tahu.
 
"Jadi barang barang limbah bisa digunakan untuk pakan ternak sapi, berbeda saat kita bicara ayam, di luar ayam kampung, pasti kita tergantung dengan pakan pabrikan." kata Bupati.
 
 
 
Bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro juga mempunyai upaya maksimal untuk menaikkan populasi ternak. Menurut Bupati, pada tahun 2010, populasi sapi di Bojonegoro menduduki nomor 2 di Jawa Timur dan saat itu Jawa Timur nomor 1 di Indonesia.
 
"Di Bojonegoro pada tahun 2018 saya tanya berapa tingkat populasinya,.Dijawab turun menjadi nomor 6, dan sampai sekarang masih nomor 6. Saya minta kembalikan di nomor 2 lagi, untuk tahun 2021 janji nomor 2." kata Bupati Anna Muawanah.
 
Sementara terkait usaha kelompok perikanan, Bupati menyampaikan bahwa sebentar lagi ada Waduk Gongseng dan Bupati telah meminta kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro untuk menumbuh kembangkan Kecamatan Temayang dan sekitarnya, termasuk Gondang, bagaimana untuk membentuk kelompok khususnya peternakan, guna persiapan Waduk Gongseng yang sebentar lagi jadi.
 
"Harapan saya nanti bisa bagus seperti yang di Bendungan Jatiluhur. Itu bagus waduknya dan warga bikin keramba-keramba di waduk," kata Bupati.
 
 
 
Sebelumnya, Pj Kepala Disnakan Bojonegoro, drh Catur Rahayu K MSi, dalam sambutannya mengatakan bahwa sektor peternakan dan perikanan mempunyai peranan strategis sebagai penyedia pangan rakyat, terutama protein hewani, bahan baku industri, bio energi, penyerapan tenaga kerja yang akan berdampak pada penurunan kemiskinan.
 
"Disamping itu juga untuk memwujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan terutama bahan pangan asal ternak dan ikan," kata drh Catur Rahayi.
 
Menurut drh Catur Rahayu dalam pengelolaan sektor peternakan dan perikanan, diperlukan pelaku usaha yang profesional, andal, berkemampuan manajerial kewirausahaan dan organisasi bisnis.
 
"Oleh karena itu, pelaku usaha harus mampu membangun usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan posisi tawarnya." kata drh Catur Rahayu.
 
 
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forpimca Temayang, Kepala Desa Jono, dan perwakilan dari 30 kelompok peternakan dan perikanan dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Temayang, Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Dander, yang terdiri dari 23 kelompok usaha peternakan dan 7 kelompok dari usaha perikanan. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Konser Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Bojonegoro Band papan atas Ungu menaiki panggung menyapa ribuan penonton dari berbagai penjuru di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro pada ...

1779664583.6742 at start, 1779664584.0981 at end, 0.42383098602295 sec elapsed