Kementan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Gejolak Global
Sabtu, 07 Maret 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa stok pangan Indonesia saat ini cukup untuk menopang kebutuhan hingga 324 hari, meskipun gejolak geopolitik global memanas. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa cadangan pangan nasional yang terdiri dari cadangan beras Bulog, stok di industri horeka, dan standing crop membuat pasokan domestik relatif aman.
"Cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari. Mulai dari cadangan [beras] Bulog itu 3,7 juta ton, kemudian di [industri] horeka 12 juta ton lebih, standing crop juga 10-11 juta ton," kata Amran dalam konferensi pers.
Amran juga menyatakan bahwa produksi beras terus dioptimalkan per bulannya, dengan perkiraan produksi pada rentang 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton setiap bulan. "Tiap bulan kita produksi 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Itu range-nya, sedangkan kebutuhan kita adalah kurang lebih 2,5 juta ton per bulan. Jadi pangan aman," ujarnya.
Kementan juga terus berupaya mengoptimasi sistem pertanian nasional dengan berbagai dukungan, baik dari sarana infrastruktur hingga pengendalian harga bahan pokok. Amran optimistis bahwa pertanian Tanah Air akan lebih mudah menghadapi kondisi iklim el nino yang diprediksi bakal terjadi lebih panjang tahun ini.
"Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektare, bisa menjangkau pompa kita ke 1,2 juta hektare sawah tadah hujan. Kemudian tahun ini kita siapkan lagi 1 juta hektare," kata Amran.
Dengan demikian, sekitar 2,2 juta hektare lahan akan dapat dialiri air pada saat kondisi musim kering yang akan datang, baik dari sungai-sungai, sumur dalam, hingga sumur dangkal yang telah dipetakan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur irigasi dengan melakukan pembenahan atau rehabilitasi irigasi untuk kurang lebih 1 juta hektare lahan.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






