Tempat Ibadah Didorong Jadi Ruang Pemberdayaan Masyarakat
Jumat, 06 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar agenda Pembinaan dan Sosialisasi Penyaluran Program Bantuan Insentif bagi Pelaku Sosial Keagamaan Tahun 2026, Kamis (5/3/2026) di Pendopo Malowopati. Kegiatan ini dihadiri 515 peserta dari 4 kecamatan penerima manfaat. Momentum ini juga diisi dengan penyerahan bantuan dan insentif secara simbolis kepada perwakilan marbot masjid dan pengurus gereja.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan insentif ini merupakan bentuk komitmen Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku sosial keagamaan melalui pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina umat.
"Ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat di tingkat desa hingga kecamatan," kata Bupati Wahono.
Wahono mendorong agar tempat ibadah tidak hanya berfungsi sebagai pusat ritual keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, masjid, gereja, pura, maupun tempat ibadah lainnya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif, pendidikan non-formal, serta diskusi sosial yang membangun kemandirian warga.
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai peran guru ngaji, pengelola tempat ibadah, serta petugas keagamaan lainnya sangat krusial dalam menjaga kerukunan dan moralitas bangsa. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan tokoh agama diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis sekaligus produktif melalui berbagai program pemberdayaan yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal," kata BUpati Wahono.
Program insentif ini direncanakan akan terus dievaluasi dan ditingkatkan agar jangkauannya semakin luas dan tepat sasaran. Dengan adanya dukungan ini, para pelaku sosial keagamaan diharapkan memiliki semangat baru untuk menggerakkan masyarakat sekitar dalam kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat secara ekonomi maupun sosial.
Bupati juga mengajak seluruh pengurus tempat ibadah untuk lebih terbuka dalam menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas kreatif. Langkah ini dipandang penting agar tempat ibadah di Bojonegoro dapat menjawab tantangan zaman dan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi yang cerdas secara spiritual sekaligus berdaya secara ekonomi.(red/toh)
































.md.jpg)






