Dinas PU Lebih Memilih Lampu PJU Biasa Daripada Tenaga Surya
Kamis, 26 November 2015 21:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota – Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro menyatakan tidak berminat pada lampu tenaga surya. Hal itu disampaikan berkaitan dengan keberadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya di beberapa titik Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kapas.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan menilai penempatan lampu itu tidak efektif. (Baca Dishub: Penempatan PJU Tenaga Surya Kurang Efektif). Penempatan lampu PJU tenaga Surya di sepanjang jalan Nasional itu langsung ditangani Kementerian Perhubungan.
Kasi PJU Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro Agung Nugroho mengaku sering ditawari lampu lampu tenaga surya oleh banyak pihak namun selalu ditolaknya. Kepada BBC, Agung menyampaikan alasan penolakan beberapa tawaran itu dan lebih memilih lampu biasa. "Lampu tenaga surya selain harganya lebih mahal, yaitu Rp 20 sampai 25 juta per titik. Sementara lampu PJU biasa hanya 12 juta per titik," terangnya.
Selain itu, lanjut Agung, penyerapan tenaga surya di Pulau Jawa hanya sekitar 30-40%. Berbeda dengan di Nusa Tenggara yang bisa mencapai 80%. Sebab yang diserap bukan panasnya, melainkan spektrum cahaya matahari. Bila pada cuaca panas hanya bisa menyerap 30-40%, terang Agung, maka bila cuaca mendung tenaga yang diserap pasti kurang dari angka itu.
"Bila baterai tidak full maka lampu pun tidak bisa menerang malam hari sepenuhnya. Bila baterai habis dan lampu mati, kami tidak bisa apa-apa. Dan masyarakat Bojonegoro selalu tidak bisa menerima alasan bila kami mengatakan kalau baterai tidak full, karena mendung dan lain-lain," ujarnya bingung.
“Dan lagi, baterai solar sell hanya bisa bertahan dua tahun,” tambahnya.
Lebih lanjut, sebagaimana yang disesalkan Dishub Bojonegoro, Agung juga menyesalkan Pemerintah Pusat yang tidak berkoordinasi dengan Pemkab mengenai lampu solar se yang berada di Kalianyar – Kapas itu. Menurut dia, masih banyak jalan nasional yang lebih membutuhkan.
"Daerah dekat fly over (jalan raya Bojonegoro-Padangan di Kecamatan Gayam) ada berapa ratus meter itu yang yang perlu diterangi. Dan jalan Padangan – Ngawi juga,” pungkas Agung. (ver/moha)































.md.jpg)






