Pilkada Tuban, Dua Kekuatan Tak Seimbang
Rabu, 09 Desember 2015 08:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Tuban – Hari ini, Rabu (09/12) warga Tuban menentukan hak pilihnya mencoblos pemimpin mereka untuk lima tahun mendatang. Coblosan serentak ini merupakan pertama kali yang digelar di Indonesia dan sekaligus menjadi pengalaman tersendiri bagi warga Bumi Wali itu.
Pilkada Tuban ini diikuti dua pasangan calon yaitu calon petahana (incumbent) Fatkhul Huda – Noor Nahar Hussein (Huda-Noor) dan pasangan Zakky Mahbub – Dwi Susiantin Budiarti (Zadit).
Nah, apabila melihat kekuatan dua pasangan calon ini terlihat tak sepadan. Dari sisi kekayaan, berdasarkan laporan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Fathkul Huda yang diusung delapan partai pendukung itu memiliki harta sekitar Rp 82 miliar, sedangkan Zakky yang maju lewat jalur independen hanya memiliki harta sekitar Rp 260 juta.
Kekuatan lainnya, Huda merupakan pengusaha dan memiliki beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Tuban dan Rembang-Jawa Tengah, sedangkan Zakky hanya menjadi kepala sekolah di madrasah tsanawiyah Hasyimiyyah.
Kekuatan terakhir, pada pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) Tuban yang diselenggarakan 9 Desember 2015, tim sukses (timses) Huda-Noor mengerahkan 4.000 saksi di tempat pemungutan suara. Jumlah itu melebihi jumlah TPS di Tuban, hanya 1.863 unit.
“Ada 4.000 saksi dari elemen partai pendukung yang akan memantau pencoblosan pada 9 Desember 2015” ujar Miyadi, Ketua Timses Huda-Noor.
Jumlah saksi Huda-Noor lebih besar tiga kali lipat dibanding saksi yang akan dikerahkan timses Zadit, hanya satu orang per TPS atau 1.863 saksi ditambah 20 saksi di masing-masing kecamatan dan satu saksi saat penghitungan di KPU Tuban.
“Saksi ada di semua TPS. Saksi kami dari para relawan, ada yang dari politisi, petani, nelayan, dan guru,” kata Mastain, Ketua Timses Zadit.
Sementara itu, Selasa (8/12) malam, kedua calon memiliki kesibukan sendiri sebelum menghadapi pencoblosan. Miyadi menyatakan, timnya menggelar istiqosah di rumah Fatkhul Huda bersama para kiai dan pendukung, sedangkan tim Zadit hanya konsolidasi kecil-kecilan.
“Kami konsolidasi kecil-kecilan. Untuk relawan, kami minta siaga di tempatnya masing-masing,” kata Mastain. (nam/kik)































.md.jpg)






