BPBD Bojonegoro Perbaiki Tanggul Kritis di Kanor
Selasa, 22 Desember 2015 09:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kanor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memperbaiki tanggul Sungai Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Kanor yang kondisinya kritis. Perbaikan itu dilakukan untuk mengantisipasi datangnya banjir.
“Perbaikan ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu tanggul itu jebol. Karena kondisi tanggul itu sudah kritis,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Selasa (22/12).
Menurut Andik, tanggul yang kritis itu panjangnya hampir 40 meter. Tanggul tampak longsor ke dalam sungai dan menyeret pepohonan di atasnya. Longsornya tanggul itu dipicu pasang surutnya air sungai. Selain itu posisi tanggul yang longsor berada di tikungan.
"Karena posisinya di tikungan, akhirnya sering terkena hantaman air," papar Andik.
Andik menjelaskan, perbaikan tanggul itu dengan model kontruksi "sand bag" atau lokasi yang longsor diuruk kembali dengan karung yang berisi tanah dan pasir. Sebelum diuruk ribuan karung berisi tanah, di bagian bawah tanggul ditancapi kayu bambu kemudian dipasang anyaman bambu atau gedek.
"Setelah itu baru kita isi seribu lebih karung yang berisi tanah," jelasnya.
Perbaikan kali ini, kata dia, hanya sementara alias darurat mengingat tanggul di barat perkampungan warga itu kondisinya sudah kritis. Sementara perbaikan secara permanen, akan dilakukan pada pertengahan 2016 mendatang oleh UPT Bengawan Solo Bojonegoro.
"Yang penting saat ini aman dulu. Karena jika tanggul itu jebol dapat mengancam ribuan kepala keluarga juga ribuan hektare persawahan," tandasnya.
Perbaikan tanggul yang longsor sejak pertengahan 2014 itu dibantu ratusan warga sekitar. Selain puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI, masyarakat tampak turut bergotong-royong membantu memperbaiki tanggul.
Ahmad Kirom (34), salah satu warga setempat mengaku ikut membantu memperbaiki itu karena dia takut sewaktu-waktu tanggul sungai tersebut jebol. Apalagi di dekat titik tanggul yang kritis banyak rumah warga.
Dia trauma banjir tahun 2007 lalu yang memporak-porandakan wilayah kecamatan Kanor. "Waktu itu banyak rumah hancur diterjang banjir. Jalan umum juga rusak, saat itu banjir akibat tanggul sungai yang jebol," katanya.
Ratusan warga juga personil TNI dan BPBD tampak bersemangat memikul karung berisi pasir, juga melakukan pengayaman gedek. Sementara sebagian personil BPBD melakukan penancapan pohon bambu di titik longsornya tanggul itu. (nam/kik)































.md.jpg)






