Kunjungan ke Desa Tanjung Buka Kalimantan Utara
Transmigran Asal Bojonegoro Sudah Mulai Buka Lahan
Minggu, 27 Desember 2015 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro pekan lalu melihat kondisi transmigran asal Bojonegoro di Desa Tanjung Buka SP3, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Kepala Seksi Transmigrasi Disnakertransos Bojonegoro Suhud, mengatakan, pihaknya melakukan survei ke lokasi transmigrasi di Desa Tanjung Buka, Kalimatan Utara, selama tiga hari, yakni 17-19 Desember lalu.
"Saat di lokasi kami melihat 5 KK transmigran asal Bojonegoro sudah mulai beraktivitas membuat lahan yang akan ditanami," ungkapnya kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (26/12).
Kelima kepala keluarga itu diberangkatkan transmigrasi ke Desa Tanjung Buka SP3 pada Rabu, 11 November 2015 lalu, melalui jalur laut dan darat. Setelah seminggu perjalanan, dikabarkan pada Minggu, 22 November 2015, para transmigran asal Bojonegoro itu sudah sampai lokasi Desa Tanjung Buka.
Keluarga transmigran itu berasal dari Desa Siwalan Kecamatan Sugihwaras, Desa Cancung Kecamatan Bubulan, Desa Sumbang Timun Kecamatan Trucuk, Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem, dan Desa Growok Kecamatan Dander.
(baca juga: Transmigran Asal Bojonegoro Sudah Tiba di Tanjung Buka)
Menurut Suhud, warga transmigran di Desa Tanjung Buka mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Karena di lokasi tanahnya berkapur. Selama ini untuk mencari air minum harus ambil dari tandon air hujan.
"Selama tiga hari di sana, kami melihat masyarakat lokasi transmigrasi saling bergotong-royong membersihkan sisa-sisa dahan pohon yang baru ditebangi untuk dijadikan lahan. Kata mereka, lahan itu rencananya ditanami sayuran," tuturnya.
Suhud menambahkan, saat tim Disnakertransos jalan-jalan di lokasi transmigrasi sudah terlihat beberapa keluarga transmigran menanam lombok, tomat, dan sayuran lainnya di lahan tepi sungai. "Sayangnya, air sungai di sana tidak bisa dipakai untuk minum, karena kondisinya keruh, kotor dan berasa asin," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransos Joko Santoso, mengatakan, sepanjang tahun 2015 Bojonegoro hanya dapat jatah transmigran 5 KK saja. Total untuk jatah transmigran Provinsi Jawa Timur ke Kalimantan Utara 100 KK.
"Para transmigran sampai sana diberikan jaminan hidup 1 tahun, meliputi makanan, tanah dan pekarangan 2 hektare, dan dibuatkan rumah," ujarnya.
Joko menyebutkan, pada tahun pertama lahan yang diberikan seluas satu hektare, terdiri 1/4 hektare lahan siap olah dan 3/4 hektare nebang sendiri. Baru tahun kedua diberikan lagi lahan satu hektare tambahan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015 menyediakan lahan transmigrasi untuk 400 kepala keluarga. Mereka ditempatkan di Desa Tanjung Buka dan Sepunggur. Khusus, Desa Tanjung Buka SP3, ditempati 200 kepala keluarga yang terdiri 100 KK dari Jawa Timur dan 100 KK warga setempat. (mol/tap)
*) Foto salah satu keluarga transmigran asal Bojonegoro di Desa Tanjung Buka


































.md.jpg)






