Membuka Selebar-lebarnya Peluang Investasi dengan Diberikan Insentif Investasi
Minggu, 03 Januari 2016 08:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota - Tahun 2016 dicanangkan sebagai tahun produktif. Baik masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dituntut harus produktif dalam semua lini. Di antaranya pembangunan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemudian terus digalakkannya pengembangan potensi-potensi wilayah, potensi wisata dan lain-lain.
Bupati Bojonegoro melalui Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro, Hari Kristanto, mengatakan kedepannya akan memaksimalkan pembentukan dan pengelolaan dana abadi, dana pendidikan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat 2 juta pertahun.
"Selanjutnya, membuka selebar lebarnya peluang investasi di Bojonegoro dengan diberikan insentif investasi terutama untuk usaha padat karya, diantaranya selain diterapkan UMK bagi usaha di perkotaan, diterapkan UUP (upah umum pedesaan) yg besarnya Rp 1.005.000,- dan besaran nya hanya akan ditinjau setiap 5 tahun," ujarnya kepada BeritaBojonegoro.com (BBC), Minggu (03/01).
Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang diberlakukan pada 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil beberapa langkah untuk mengambil peluang investasi bagi Kabupaten Bojonegoro. Hal ini seperti yang tampak pada rapat di Rumah Dinas Bupati yang diikuti oleh seluruh SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu.
"Peluang investasi di Bojonegoro saat ini tengah digerakkan. Melihat hal ini maka kita bisa menangkap ini menjadi peluang dan ancaman," pungkasnya
Kemudian, kekhawatiran yang terjadi salah satunya adalah para pengusaha di Jawa Timur yang kini tengah mempertimbangkan untuk memakai tenaga buruh asing daripada lokal dengan pertimbangan upah tenaga buru asing, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tenaga lokal. Yakni dikisaran Rp 2 juta rupiah jika dibandingkan dengan UMK di Jawa Timur yang mencapai Rp 3.045.000 rupiah ditahun 2016 ini.
"Dengan adanya pertumbuhan iklim investasi di Bojonegoro, maka tidak akan terjadi kesenjangan yang tajam di tengah masyarakat. Berlakunya Upah Umum Pedesaan (UUP) di Bojonegoro ini diharapkan menjadi salah satu terbukanya peluang investasi," katanya
Lebih lanjut, ia menjelaskan UUP tersebut jika dikaji lebih lanjut ada dua hal penting, yakni UUP sebagai the power of identity and the power of space. Power of space artinya mengurangi kesenjangan yang terjadi ditengah masyarakat. Hal itu adalah pilar pembangunan keberlanjutan di Bojonegoro selain adanya dana abadi migas yang akan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
"Kemudian, penerimaan sektor migas itu sifatnya fluktuatif sehingga harus dicermati dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan," tandasnya
Selain itu pencairan untuk DAK Pendidikan yang tahun depan dialokasikan Rp 2 juta akan dibuat sistem yang tepat. Di tahun 2016 ini, juga akan dibangunkan mushola, masjid dan puskesmas yang akan diintensifkan maksimal di beberapa daerah. (yud/ moha)
Ilustrasi MEA. www.rmol.co


































.md.jpg)






