DKP Akan Arahkan PKL Agar Tak Berjualan di Dalam Taman Rajekwesi
Minggu, 03 Januari 2016 10:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Belum lama Taman Rajekwesi Kota Bojonegoro dibuka, sudah banyak pedagang kaki lima (PKL) yang mencari peruntungan di sekitar lokasi taman. Meski sudah dilarang beroperasi di dalam taman oleh pemerintah kabupaten (DKP) ternyata masih ada beberapa PKL yang tidak menaatinya.
Dari pantauan Beritabojonegro.com Minggu (03/01) masih terdapat PKL penyewaan mobil - mobilan yang beroperasi di dalam area taman. Bagi sebagian masyarakat, terutama anak – anak, kehadiran PKL tersebut pasti menyenangkan. Akan tetapi hal tersebut berbeda bagi remaja, orang dewasa atau pemerhati kebersihan dan keindahan di Bojonegoro. Kehadiran PKL bisa mengurangi keindahan, kenyamanan dan kebersihan.
Sebagaimana salah satu pengunjung, Indah (20) pengunjung asal Kedungadem menurutnya lebih baik tidak ada PKL di dalam area taman agar keadaan taman tetap rapi dan indah.
''Kalau nggak ada PKL kan pemandanganya bagus mas,” ujar Indah saat ditanyai BBC, Minggu (03/01).
Pihak DKP sendiri sudah menghimbau kepada para PKL agar tidak berjualan atau beroperasi di dalam taman rajekwesi, demi kenyamanan dan keindahan.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pihaknya sudah jauh-jauh hari melontarkan larangan itu sebelum diresmikannya taman. Ke depan pihaknya akan memberikan arahan kepada para PKL.
''Kami akan mengarahkan para PKL agar tidak berada di dalam area taman,'' katanya menerangkan.
Nurul Azizah menambahkan, banyak pula warga Bojonegoro yang cinta akan kebersihan dan keindahan melontarkan protes terhadap kehadiran PKL di dalam taman.
''Banyak warga Bojonegoro yang protes mereka menganggap PKL menghalangi keindahan pemandangan. Kami sudah melarang, namun saat tidak ada petugas, mereka kembali,” ujarnya.(mol/moha)


































.md.jpg)






