PKL di Taman Rajekwesi Ditertibkan
Senin, 04 Januari 2016 14:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) masih jadi pekerjaan rumah yang entah kapan selesainya. Belum tuntas urusan dengan PKL di Alun-Alun Kota, kini muncul masalah yang sama di lokasi Taman Rajekwesi.
Usai dibuka awal Desember tahun lalu, Taman Rajekwesi langsung menyedot perhatian warga kota. Mereka pun berduyun-duyun setiap hari menikmati pesona taman yang dibangun di lokasi bekas terminal bus antar kota, Jalan Rajekwesi.
Terang saja banyaknya pengunjung itu menjadi lahan gurih para pedagang. Dalam waktu singkat, PKL pun menjamur. Ada yang buka lapak di luar taman, dan ada pula yang nekat buka di dalam taman. Salah satunya lapak persewaan mobil-mobilan yang memakai jogging track dan setapak sebagai jalur mainan. Selain itu muncul pula tukang parkir ilegal yang memungut tip parkir dari motor pengunjung Taman Rajekwesi.
Menjamurnya PKL dan tukang parkir itu tentu saja membuat jengah para penikmat taman. Maksud hati merasakan keindahan dan kenyamanan, terganggu dengan PKL dan tukang parkir ilegal.
Untuk mencegah menjamurnya PKL, Senin (04/01) pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), selaku pengelola Taman Rajekwesi, bersama Satpol PP, selaku penegak aturan kota, melakukan penertiban PKL yang buka lapak di dalam dan luar Taman Rajekwesi.
Kepala DKP Bojonegoro Nurul Azizah saat ditemui beritabojonegoro.com di lokasi penertiban, mengatakan, Taman Rajekwesi itu dibangun sebagai ruang terbuka hijau bagi warga Bojonegoro. Fungsi taman, sebagaimana mestinya itu, adalah tempat istirahat, rekreasi, refreshing sambil menikmati keindahan dan kenyamanan di tengah sesaknya kehidupan kota.
"Taman itu bagaikan oase bagi warga kota. Bukan malah untuk para PKL. Kita harus sadar betapa pentingnya taman kota. Sehingga PKL jangan mengotori dan menjadikan tempat untuk lapak jualan," ujarnya.
Nurul Azizah, menambahkan, semestinya para pedagang tidak perlu menunggu ditertibkan, sebab di lokasi ini sudah terpasang tanda larangan berjualan di sepanjang jalan dan sekitar taman. "Upaya hari ini hanya untuk pencegahan agar PKL tidak terlanjur menjamur," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Satpol PP Arwan, mengungkapkan, dalam penertiban pagi ini pihaknya hanya melakukan langkah persuasif kepada PKL. Pihaknya menerjunkan 25 personil Pol PP yang melakukan penyisiran lokasi sepanjang jalan sekitar Taman Rajekwesi.
"Alhamdulilah penertiban berjalan lancar. Hari ini kami tertibkan 14 PKL yang sedang jualan. Total sebenarnya ada 30 PKL, sisanya aktif jualan pada malam hari," ujarnya.
Dia menegaskan, mulai hari ini dan malam nanti dipastikan sudah tidak ada PKL yang buka lapak di dalam Taman Rajekwesi. "Jika masih ada akan kami tertibkan dan kami bongkar lapaknya," tandasnya. (mol/tap)
*) Foto petugas berkumpul di depan taman rajekwesi usai penertiban PKL


































.md.jpg)






