Penanganan Banjir Bandang Sugihan
Bupati Suyoto : Pembuatan Sodetan Akan Tetap Dilakukan
Selasa, 05 Januari 2016 21:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota-Bupati Bojonegoro, Suyoto, meninjau lokasi banjir bandang Dusun Sugihan Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang, kemarin, Senin (04/12). Kunjungan itu dilakukan mendadak alias tanpa perencanaan sebelumnya di sela kepadatan agenda Pemkab Bojonegoro.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang dusun tersebut pada akhir tahun, Rabu (30/12/2015) lalu saat kebanyakan warga sedang istirahat, pada malam sekitar pukul 21.15 WIB. Terjangan banjir bandang tersebut menyebabkan 4 rumah roboh dan banyak binatang ternak beberapa warga hanyut beserta bahan makanan pokok lainnya.
Baca Banjir Bandang di Temayang Robohkan Empat Rumah
Baca juga Warga Sugihan Masih Berharap Bantuan Bahan Makanan
Sebelum menuju lokasi, Bupati Suyoto, tanpa ditemani kepala SKPD terkait, sempat mampir sejenak di warung depan Mapolsek Temayang dan berdiskusi di sana bersama Camat dan Kapolsek Temayang. Kemudian, ditemani Camat Temayang Mukhlisin, Kapolsek Temayang AKP Margono dan juga Kepala Desa Kedungsumber Sukidi, Bupati Suyoto menemui warga korban banjir bandang Dusun Sugihan.
Kepada BeritaBojonegoro.com (BBC), Bupati Suyoto membenarkan kunjungan tersebut. Dia memberikan keterangan kepada BBC mengenai rencana penanganan banjir bandang yang selalu melanda desa di area Waduk Pacal tersebut.
“Sudah lima tahun kita mengelola banjir bandang Sugihan. Beberapa perbaikan teknis model chec dam, penguatan tanggul sedang dilakukan. Namun bandang yang kemarin jauh lebih besar,” katanya kepada BBC, hari ini, Selasa (05/12).
Hanya saja, lanjut Suyoto, luas lahan hutan gundul saat ini semakin bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Hutan gundul ini salah satu penyebab terjadinya banjir bandang. “Sedementasi cepat naik dan air yang tak tertahan semakin banyak,” katanya.
Kang Yoto juga memberikan keterangan mengenai rencana pemerintah membangun sodetan untuk menangani masalah banjir bandang yang menjadi langganan warga Dusun Sugihan tersebut. Walaupun nampak tidak menuntaskan masalah karena banjir bandang akan tetap terjadi apalagi semakin luasnya hutan gundul, pembuatan sodetan akan tetap dilakukan oleh Pemkab. “Walaupun opsi membuat sodetan mungkin tidak menuntaskan masalah, namun tetap akan dilakukan,” katanya.
Hutan gundul yang semakin luas nampaknya menjadi masalah serius dan menjadi penyebab utama banjir bandang. Menyelesaikan masalah hutan gundul inilah, menurut Suyoto, jauh lebih penting. “Yang utama adalah mengembalikan hutan lindung,” pungkas pria yang menjabat sebagai orang nomor satu di Bojonegoro di periode keduanya ini. (mol/moha)
*) Foto Bupati Suyoto saat berdiskusi bersama Camat dan Kapolsek Temayang serta beberapa staf


































.md.jpg)






