Kondisi Jalan Napis dan Dolokgede Rusak Berat
Rabu, 06 Januari 2016 08:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Tambakrejo - Pencanangan program desa sehat dan produktif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih belum menyentuh Desa Napis Kecamatan Tambakrejo. Pasalnya, kondisi infrastruktur jalan Desa Napis masih memprihatinkan. Kondisi jalan dan jembatan rusak parah.
“Di Desa Napis ini kondisi jalan dan jembatan rusak berat. Akibatnya, warga kesulitan untuk berdagang dan menggerakkan perekonomian. Dampaknya, kami ketinggalan dengan desa lainnya,” ujar Mulyadi, 40, warga Desa Napis.
Mulyadi menuturkan, mayoritas warga Desa Napis bekerja sebagai petani bercocok tanam di sawah dan ladang. Namun karena kondisi jalan dan jembatan rusak, petani tidak bisa lancar mengirim atau menjual hasil pertanian ke kota.
Kepala Desa Napis Mulyono mengatakan, jumlah penduduk Desa Napis ada sekitar sembilan ribu penduduk dan ada 60 rukun tetangga (RT) beserta ada dua belas dukuhan. “Memang kondisi Desa Napis ini masih tertinggal dengan desa-desa lainnya terutama kondisi infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak berat,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di jalan Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Jalan kampung kelahiran Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sepanjang 10 kilometer rusak berat. Jalan beraspal itu banyak berlubang, bergelombang, dan mengeluarkan material seperti batu, pasir, dan koral.
Yang mengkhawatirkan pada saat musim hujan seperti ini jalan yang berlubang tertutup air dan lumpur. Akibatnya, pengendara yang tidak hati-hati mudah terperosok dan jatuh. Begitu pula pada malam hari pengendara akan mudah terperosok dan jatuh ketika melewati jalan berlubang tersebut. (nam/kik)


































.md.jpg)






