Belum Dikeruk, Lumpur di Waduk Pacal Cukup Tinggi
Minggu, 10 Januari 2016 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Temayang – Kondisi Waduk Pacal saat ini, endapan lumpurnya cukup tinggi. Hal itu tentu bepengaruh terhadap daya tampung air waduk peninggalan Belanda yang turut wilayah Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, tersebut.
Petugas pintu air di Waduk Pacal, Jasmani (56), mengatakan bahwa tinggi air saat ini mencapai 21,3 meter. Hanya saja ketinggian itu termasuk ketebalan endapan lumpur di dasar waduk yang cukup tinggi.
“Endapan lumpurnya mencapai 3 meter tebalnya (tingginya). Belum ada pengerukan lagi,” katanya kepada BeritaBojonegoro.com (BBC) kemarin, Sabtu (09/01).
Jasmani melanjutkan, untuk melakukan pengerukan, tidak bisa langsung serta merta. Melainkan harus berkoordinasi dengan pihak perhutani. Sebab, kata Jasmani, pembuangan lumpur nantinya di tanah milik Perhutani.
Ketebalan endapan lumpur tersebut tentu saja berpengaruh pada jumlah air yang bisa ditampung oleh waduk yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Bila lumpur di dasar tebal, maka mengurangi jumlah air yang bisa tertampung oleh waduk.
Jasmani melanjutkan, bahwa waduk yang menjadi salah satu ikonm pariwisata Bojonegoro itu saat ini hanya mampu menampung 19 juta meter kubik air. “Padahal dulu, waduk tersebut mampu menampung hingga 41 meter kubik air,” katanya menerangkan.
Waduk Pacal merupakan salah satu objek wisata yang dimili Bojonegoro. Letaknya sekitar 35 km ke selatan dari pusat kota Bojonegoro. Waduk Pacal ini dibangun sekitar tahun 1924 dan diresmikan tahun 1933. Hingga sekarang waduk ini masih berdiri kokoh.
Untuk masuk ke sana, cukup merogeh kocek sebesar Rp 5000 untuk tiket dan Rp 1000 untuk asuransi. (ver/moha)
Foto Waduk Pacal saat air sedang tipis pada kemarau lalu












































.md.jpg)






