Polres Siapkan Langkah Antisipasi Potensi Konflik Selama 2016
Senin, 11 Januari 2016 12:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Kepolisian Resor Bojonegoro melakukan pemetaan sejumlah potensi konflik yang mungkin mencuat dan menjadi ancaman keamanan dan ketertiban di masyarakat (kamtibmas) pada 2016. Pemetaan ini berbekal analisa sejumlah konflik yang terjadi di masyarakat selama 2015. Tujuannya, untuk bahan merancang langkah antisipasi sebelum konflik benar-benar terjadi.
Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser SIK MHum, menyatakan, ke depan ada beberapa hal penting yang menjadi fokus perhatian Polri terkait tugasnya menjaga dan memelihara kamtibmas, khususnya di wilayah hukum Polres Bojonegoro. Hal penting itu di antaranya terkait permasalahan sumur tua dan pertambangan sumber daya alam di Bojonegoro.
"Belum ditentukannya regulasi yang jelas mengatur tentang pengelolaan sumur tua di Kedewan tentu rawan memicu timbulnya konflik," ujar AKBP Hendri Fiuser ketika ditemui beritabojonegoro.com usai apel pagi di halaman Polres Bojonegoro, Senin (11/01).
Kapolres menjelaskan, sejak beberapa waktu lalu memang sudah mencuat permasalahan sumur tua Kedewan, sehingga perlu terus diantisipasi. "Kita juga selalu mendorong pemerintah daerah untuk bersama-sama Pertamina dan SKK Migas segera mengatur regulasinya," jelasnya.
Potensi konflik lain yang perlu diantisipasi adalah benturan antar kelompok masyarakat maupun perguruan silat. Tidak lupa juga antisipasi terhadap ancaman teroris dan paham radikal yang belakangan ini kembali mencuat dan semakin meresahkan masyarakat.
"Sesuai UUD 1945 pasal 30 ayat 4 tentang tugas Polri, memelihara kamtibmas dengan cara melindungi, melayani, mengayomi dan menegakkan hukum, sudah menjadi tanggung jawab kami. Tujuan utamanya adalah menciptakan situasi aman di Bojonegoro," pungkas Kapolres. (lyn/tap)
*) Foto Apel Senin Pagi di halaman Polres Bojonegoro












































.md.jpg)






