Penyakit Langka, Remaja di Kanada Idap Alergi Air
Selasa, 21 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Aktivitas rutin seperti mandi atau berenang yang biasanya menyegarkan justru menjadi sumber rasa sakit bagi seorang remaja perempuan di Kanada. Ia didiagnosis mengidap kondisi medis yang sangat langka bernama Aquagenic Urticaria, sebuah fenomena kesehatan yang sering disebut sebagai alergi air. Kondisi ini menyebabkan munculnya ruam kemerahan atau biduran berulang setiap kali kulitnya bersentuhan dengan air, baik air tawar maupun air laut, tanpa memandang suhu air tersebut.
Gejala unik ini mulai dirasakan pasien sekitar dua tahun lalu, bertepatan dengan masa awal pubertas setelah ia mengalami menstruasi. Ruam merah yang terasa gatal dan panas biasanya muncul dalam waktu 20 menit setelah kulitnya terkena basahan, termasuk saat kehujanan. Meski ruam tersebut umumnya hilang dengan sendirinya dalam waktu satu jam, menariknya keringat dan air mata milik remaja ini justru tidak memicu reaksi alergi yang sama.
Tim dokter sempat menghadapi tantangan dalam menentukan diagnosa karena hasil tes laboratorium darah dan urine menunjukkan hasil yang normal. Kepastian medis baru didapatkan setelah dilakukan tes provokasi dengan menempelkan kain basah pada perut pasien selama 20 menit, yang seketika memicu munculnya benjolan merah. Secara global, kasus semacam ini tercatat sangat jarang terjadi dengan hanya sekitar 100 laporan kasus di seluruh dunia.
Meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara medis, pasien kini telah menemukan titik terang dalam pengobatannya. Setelah mencoba berbagai jenis obat, tim medis akhirnya meresepkan dosis harian antihistamin cetirizine yang terbukti sangat efektif. Kini, setelah menjalani pengobatan rutin, remaja tersebut dilaporkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal dan kualitas hidupnya membaik secara signifikan.






































